Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dituding keras telah melakukan kecurangan jelang Pemilu 2024. Salah satunya datang dari Partai Ummat yang menuding telah dicurangi KPU hingga gagal di tahap verifikasi faktual.
Bukan hanya itu, KPU juga dicurigai memiliki agenda terselubung untuk menjaga kepentingan penguasa hingga menjegal Anies Baswedan yang telah dideklarasikan sebagai bakal calon presiden 2024 oleh Partai NasDem.
Bahkan secara spesifik Akbar Faizal menyebut publik menduga tugas tersebut diemban oleh Ketua KPU, Hasyim Asy'ari.
Namun Hasyim hanya tertawa dengan tudingan tersebut. Dilihat di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Hasyim memastikan bahwa pihaknya hanya menjalankan proses administrasi yang berlaku.
"Ya nggak ada lah. Yang saya lakukan hanya komunikasi-komunikasi strategis. Artinya ada situasi apa, kalau KPU mau melangkah harus tahu situasi kanan kiri segala macem," jelas Hasyim.
Terkhusus untuk tudingan yang mengaitkan dirinya dengan Anies, baik untuk menjegal atau malah membiarkan eks Gubernur DKI Jakarta itu berkampanye lebih awal, Hasyim juga merasa heran.
"Kalau bagi KPU, Mas Anies kan belum siapa-siapa. Karena masa pendaftarannya masih Oktober 2023," jawab Hasyim.
Menurut Hasyim, tidak ada pelanggaran khusus yang dilakukan Anies maupun kandidat lain dengan bersafari keliling Indonesia. Pasalnya hingga kini mereka belum menjadi kandidat capres.
"Bagi KPU, siapapunlah, bisa Mas Anies, bisa Mas Ganjar, bisa yang lainnya, kalau mau ketemu siapa saja, silaturahmi, ya silakan saja," tutur Hasyim.
Baca Juga: Warning! Jokowi Ingatkan Para Pemimpin Partai Politik agar Jangan Kambing Hitamkan Istana
"Artinya yang dilakukan Mas Anies bagi KPU itu tidak melanggar?" tanya Akbar memastikan.
"Ya Mas Anies masih biasa-biasa saja, belum jadi calon lho," tegas sang Ketua KPU.
Karena itu lah, Hasyim juga tidak tahu alasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah menyemprit aksi "kampanye dini" Anies lewat safari politiknya.
"Bagi KPU, siapapun ketemu siapapun, sepanjang belum sebagai calon yang dinyatakan oleh KPU, masuk DCT atau Daftar Calon Tetap, ya belum siapa-siapa," ujar Hasyim.
"Karena dukungan partainya belum cukup juga," timpal Akbar.
"Saya tidak mengatakan itu. Artinya pendaftaran masih Oktober 2023, saya nggak boleh ngomong yang cukup atau nggak cukup, nggak boleh. Harus hati-hati, masih Oktober kok," tandas Hasyim.
Berita Terkait
-
Effendy Choirie Sebut Anies Baswedan Tak Berpolitik Identitas
-
'Kami Makin Diledek Makin Solid', Gus Choi NasDem Colek Jokowi Usai Heboh Curhatan Koalisi Gagal
-
CEK FAKTA: Surya Paloh Batal Usung Anies Nyapres karena Merasa Dibohongi, Benarkah?
-
Ngeri! Bukan Curhat Capek Disalahkan, Jokowi Ternyata Tebar Kode Bakal Ada Koalisi Gagal Terbentuk?
-
Kompaknya Jokowi dan Ma'ruf Amin Balas Tudingan Parpol Tak Lolos Pemilu: Sudah Garis Tangannya
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Prabowo Tiba di Medan, Akan Takbiran di Sumut dan Salat Id di Aceh Tamiang
-
Jabodetabek Berpotensi Dilanda Hujan Petir dan Angin Kencang di Malam Takbiran
-
Drama Mudik di Senen: Ditipu Tiket Rp540 Ribu, Pasutri Beruntung Diselamatkan Aksi Cepat Polisi
-
Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer
-
Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan
-
Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik
-
Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut
-
Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup
-
Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal