Suara.com - Manuver partai politik jelang Pemilu 2024, khususnya terkait koalisi parpol mulai terlihat. Tak terkecuali upaya koalisi yang dibentuk Partai NasDem dengan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Terbaru, petinggi Demokrat dan PKS mendadak melakukan pertemuan di kediaman Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Rabu (21/12/2022). Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum PKS Ahmad Syaikhu.
Dalam momen itu, disebutkan bahwa pertemuan itu diwarnai dengan jamuan nasi goreng yang diracik langsung oleh SBY. Hadir pula Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf dalam jamuan tersebut.
Diduga pertemuan itu untuk merespons Partai NasDem yang seolah ngotot menjadikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atau mantan Panglima TNI Andika Perkasa maju sebagai cawapres pasangan Anies Baswedan.
Adapun dugaan tersebut disampaikan oleh pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga. Ia menilai SBY dan maupun Habib Salim bisa menjadi penentu untuk masing-masing partai untuk menyepakati sosok siapa yang dinilai tepat mendampingi Anies.
Padahal, Partai Demokrat dinilai menginginkan AHY maju sebagai cawapres yang mendampingi Anies. Sedangkan PKS sendiri mengharapkan sosok dari kader mereka, yakni mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher sebagai cawapres pendamping Anies.
“Mereka ingin memutuskan AHY atau Aher yang paling pas berduet dengan Anies pada Pilpres 2024,” kata Jamiluddin seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Sabtu (24/12/2022).
Selain itu, Jamiluddin juga menilai bahwa SBY dan Habib Salim ingin segera menyepakati hal tersebut demi meningkatkan daya tawar politik dengan Nasdem dalam memilih cawapres.
Terlebih setelah NasDem justru terkesan ngotot ingin mengusung Khofifah atau Andika Perkasa untuk mendampingi Anies. Karena itu, kesepakatan Demokrat dan PKS bisa menjadi pertimbangan NasDem untuk menerimanya.
Baca Juga: Anies Baswedan Unggul Voting ILC, Bachrum: Makanya Orang Serakah Berwacana 3 Periode
“Kalau Demokrat dan PKS satu suara dalam mengusung cawapresnya Anies, maka diharapkan Nasdem mau menerimanya,” tambah Jamiluddin.
Menurutnya, sejauh ini daya tawar politik Partai Nasdem semakin melemah dihadapan Demokrat dan PKS. Situasi ini berpotensi membuat Demokrat dan PKS bisa menekan NasDem untuk menerima cawapres usulan mereka.
Bahkan, bukan tidak mungkin SBY bakal memperjuangkan agar AHY disetujui PKS untuk menjadi pasangan Anies di Pilpres 2024.
“Kalau hal itu terwujud, maka Demokrat dan PKS tampaknya akan menyepakati AHY sebagai pendamping Anies,” terang Mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.
PKS, kata Jamiluddin, diprediksi akan mengalah demi terwujudnya koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS, dengan bersama-sama mengusung Anies-AHY. Bahkan bukan tidak mungkin deklarasi pembentukan koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS akan dipercepat.
“Koalisi ini juga akan bersamaan mendeklarasikan Anies-AHY sebagai pasangan yang diusung pada Pilpres 2024,” pungkas Jamiluddin.
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Unggul Voting ILC, Bachrum: Makanya Orang Serakah Berwacana 3 Periode
-
Sambutan di Hadapan Jokowi, Ketum Hanura Tegas Tak Dukung Anies Baswedan: Sorry Ya!
-
Kelakar Cak Lontong Minta Kader Hanura Jangan sampai DPO Apalagi DP Nol, Sindir Siapa?
-
CEK FAKTA: Surya Paloh Akhirnya Pilih Andika Perkasa Buat Jadi Cawapres Anies, Benarkah?
-
Sentilan Faldo Maldini Diduga Buat Koalisi Anies: Makan Siang Terus, Anak Kecil Saja 3 Bulan Sudah Besar
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat
-
Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar
-
Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran
-
Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final
-
Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran
-
Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?
-
Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
-
Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan