Suara.com - Bagi masyarakat Jawa Timur, siapa yang tak kenal sosok Emil Elistianto Dardak. Pria yang kini duduk sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur usai Pilgub 2018 lalu.
Nama Emil Dardak tengah disorot lantaran ruang kerjanya baru saja digeledah oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (21/12/2022). Tak hanya ruang kerja Emil, KPK juga menggeledah ruang kerja Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta ruang kerja Sekda Provinsi Jatim Adhy Karyono.
Sebelum penggeledahan di kantor Gubernur Jatim, komisi antirasuah sebelumnya telah menggeledah beberapa ruangan di gedung DPRD Jatim pada Senin (19/12/2022).
KPK sendiri menyebut, penggeledahan di ruang kerja Khofifah, Emil dan Adhy Karyono masih terkait dengan perkara dugaan suap pengelolaan dana hibah yang menjerat Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak sebagai tersangka.
Merespons penggeledahan KPK itu, pada Kamis (22/12/2022) Gubernur Khofifah membenarkan soal penggeledahan KPK itu. Namun ia menegaskan tidak ada dokumen yang dibawa, dan hanya sebuah flashdisk di ruang Sekda yang dibawa penyidik.
"Yang terkonfirmasi di ruang gubernur tidak ada dokumen yang dibawa, di ruang wagub tidak ada dokumen yang dibawa. Di ruang sekda ada flashdisk yang dibawa. Posisinya seperti itu," kata Khofifah di Mapolda Jatim.
Khofifah menegaskan dirinya dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak serta Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono menghormati proses yang tengah dilakukan KPK.
"Kami semua jajaran Pemprov Jatim siap untuk membantu mendukung data jika dibutuhkan KPK," katanya.
Sepak Terjang Emil Dardak
Baca Juga: Ruang Kerja Emil Dardak Digeledah KPK, Postingan Arumi Bachsin Langsung Digeruduk Warganet
Emil Dardak adalah cucu dari H. Mochamad Dardak, salah satu kiai Nahdlatul Ulama. Ayahnya adalah Hermanto Dardak, salah satu tokoh nasional yang sempat duduk sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2010-2014.
Sementara ibunya bernama Sri Widayati, dari sang ibu mengalir darah Letjen Anumerta Wiloejo Poespojudo, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional pertama pada era Bung Karno.
Pada Agustus 2013 lalu, Emil Dardak menikah dengan salah satu artis kenamaan Indonesia yakni Arumi Bahcsin. Dari pernikahannya tersebut, Emil dikaruniai anak perempuan yang diberi nama Lakeisha Ariestia Dardak, dan anak laki-laki yang diberi nama Alkeinan Mahsyir Putro Dardak.
Sebelum terjun ke dunia politik, Emil Dardak dikenal sebagai sosok cerdar, ia meraih gelar Doktor Ekonomi Pembangunan termuda di Jepang di usia 22 tahun.
Karir Politik Emil Dardak
Karier politik Emil diawali pada 2015. Ia bersama Mochamad Nur Arifin mendaftarkan diri sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek ke KPUD Kabupaten Trenggalek. Mereka berdua siap berkompetisi bersama calon lainnya di ajang Pilkada Serentak 2015 yang diselenggarakan 9 Desember 2015.
Emil Dardak dan Muhammad Nur Arifin langsung diusung oleh koalisi 7 partai politik yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Persatuan Pembangunan.
Langkah awal ini ternyata berbuah manis. Emil dan pasangannya menang dengan total 292.248 suara atau sekitar 76,28 persen. Kemenangan Emil mendorong dirinya menjadi kader PDI Perjuangan.
Berita Terkait
-
Profil dan Jumlah Kekayaan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak
-
2 Kubu Tengkar di IG Arumi Bachsin, Ada Gak Nyangka vs Banyak Doa
-
CEK FAKTA: Benarkah Ahok Diangkat Sebagai Ketua KPK pada 17 Desember 2022? Begini Faktanya
-
Segini Kekayaan Sahat Tua Simanjuntak, Wakil Ketua DPRD Jatim Tersangka Kasus Suap
-
Buat Keluarga Tahanan Korupsi, KPK Buka Kunjungan Peringatan Hari Raya Natal 2022
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Surat Keterangan Pendidikan Gibran Digugat, Subhan Palal Sebut Tidak Sah dan Harus Batal Demi Hukum
-
Israel Tolak Ikut Invasi Darat ke Iran, Kemarahan Publik AS Meledak
-
'Sudah Sampai di Situ', Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Lagi Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa yang akan Dilakukan Pemerintah Indonesia?
-
Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang
-
Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026, Menpar Siapkan Strategi Mitigasi di Tengah Gejolak Global
-
Bantah Pernyataan Nadiem, Jaksa Sebut Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan di Pengadaan Chromebook
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta