“Kita juga harus sadar terhadap fenomena alam dan mengajarkannya kepada generasi mendatang, karena mencegah bencana alam tentu tidak bisa, tapi mengurangi risikonya pasti bisa kita lakukan bersama-sama dengan semangat berkolaborasi,” katanya.
Ia menjelaskan bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada 18 tahun silam menjadi salah satu bentuk ikhtiar bagi masyarakat Aceh dan juga sebagai pengingat bahwa bencana bisa terjadi kapan saja.
Dalam tragedi tersebut, ada sekitar 230.000 jiwa dinyatakan hilang dan meninggal dunia saat gempa disusul tsunami pada 26 Desember 2004.
Almuniza berharap kegiatan tersebut dapat mengedukasi masyarakat bahwa betapa pentingnya pengetahuan dan kesadaran mitigasi bencana.
“Peringatan tsunami akan menjadikan renungan bagi kita semua dan momentum meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Hal ini juga menjadikan salah satu upaya meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT,” katanya.
Ia juga berharap momentum silaturahmi tersebut akan melahirkan dua buah buku, yang sebagai cikal bakal literasi bagi generasi Aceh di masa depan untuk mengenang dan sadar bahwa Aceh adalah salah satu laboratorium untuk belajar kebencanaan.
Tag
Berita Terkait
-
Gempa Bumi Megathrust 8,9 M Berpotensi Picu Tsunami Setinggi 34 Meter di Laut Selatan Jawa, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Kuburan Massal Berusia 7.000 Tahun di Slovakia, Diprediksi Tempat Pengorbanan Manusia, Hii Ngeri...
-
Terjadi Pembantaian Hewan Kesayangan Nabi Muhammad di Kota Santri, Wagub Jabar: Tidak Manusiawi!
-
Ngeri! Warga Tasikmalaya Temukan Kuburan Massal Kucing Korban Pembantaian
-
Horornya Tragedi Kanjuruhan di Pintu Gate 13, Penonton Berebut Keluar Tapi Terkunci, Terinjak-injak Mirip Kuburan Massal
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK