Suara.com - Gereja Katedral Bogor menerima sorotan usai Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengunjungi pelaksanaan ibadah natal di sana, pada Minggu (25/12/2022). Kedatangannya pun disambut baik oleh para jemaah gereja.
Bangunannya yang terlihat unik membuat Gereja Katedral Bogor menarik untuk diulik. Tak terkecuali sejarahnya yang bisa diketahui selengkapnya melalui informasi di bawah ini.
Sejarah Gereja Katedral Bogor
Gereja Katedral dibangun sejak tahun 1896 dan telah menyimpan sejarah panjang. Pembangunannya juga menjadi saksi adanya toleransi di Kota Bogor yang berlangsung sejak pemerintahan Hindia-Belanda.
Melansir laman resmi BMV Katedral Bogor, sejarah gereja ini berawal pada 1881. Saat itu seorang tokoh agama Katolik dari Belanda yang tinggal di Kota Bogor, AC Claessens, membeli lahan yang berukuran cukup luas untuk rumah peristirahatan.
Tanah tersebut ia beli di Bantammerweg atau yang dikenal dengan Jalan Kapten Muslihat. Usai dibangun, rumah itu juga dijadikan tempat pelaksanaan misa bagi umat Katolik dan Kristen dari Batavia yang sedang berkunjung ke Bogor.
Maknanya, rumah ibadah yang dibangun AC Claessens tidak hanya untuk umat Katolik saja. Para pedagang Cina yang sedang dalam perjalanan pun diizinkan kesana. Begitu pun dengan warga pribumi yang mayoritas beragama Islam.
Pada tahun 1886, keponakan dari AC Claessens yang juga seorang Pastor, MYD Claessens membangun panti asuhan. Saat itu, bangunannya baru bisa menampung enam anak yang di antaranya juga ada warga pribumi.
Selang satu tahun, bisnis dari pastor MYD Claessens akhirnya dikembangkan menjadi Yayasan Vincentius. Kemudian, pada 1888, tempat itu menerima pengakuan dari Pemerintah Hindia-Belanda.
Baca Juga: Mantan Ajundan Wapres Boediono Jadi KSAL
Delapan tahun setelahnya pada 1896, MYD Claessens mendirikan sebuah bangunan megah. Tempat ini terletak di atas rumah peristirahatan dan panti asuhan yang sebelumnya dibangun oleh ia dan pamannya.
Nah, tempat inilah yang hingga saat ini dikenal dengan nama Gereja Katedral Bogor. Meski sudah berusia ratusan tahun, keaslian desain arsitektur dari gereja tersebut masih tetap terjaga.
Banyak Spot Menarik
Gereja Katedral Bogor memiliki ciri khas arsitektur bergaya Neo-Gothic yang populer di masa abad ke-19 di Eropa. Hal ini masih terlihat jelas pada bangunan dan bruderannya. Adapun letaknya berada dalam kompleks.
Di dalamnya terdiri dari beberapa bangunan, seperti sekolah seminari dan bruderan. Kemudian, ada pula sebuah menara yang merupakan bagian paling tinggi dari Gereja Katedral Bogor. Sejumlah pilar membuat suasana di sana seperti berada di Eropa zaman dulu.
Ditambah, adanya patung wanita yang sedang menggendong anak kecil diletakkan tepat di atas pintunya. Patung ini melambangkan Santa Perawan Maria sehingga tempat ibadah itu juga dikenal dengan nama Gereja Santa Perawan Maria.
Lanjut ke puncak gereja, sebetulnya terdapat sebuah patung ayam, yang juga ada di Gereja Zebaoth Bogor. Patung ini merupakan ciri khas Eropa di masa itu. Namun, Katedral Bogor tidak pernah disebut sebagai gereja ayam seperti Gereja Zebaoth.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Mantan Ajundan Wapres Boediono Jadi KSAL
-
Jokowi Larang Jual Rokok Eceran, Gara-Gara ini Pelarangan Tersebut Berlaku
-
Kontroversi Jokowi Datangi Gereja saat Natal, Dikecam Tidak Elok
-
Soal Isu PPKM Dicabut Tahun Depan, Jokowi Pastikan Masih Tunggu Kajian
-
KNPK: Kebijakan Larangan Jual Rokok Secara Ketengan Perburuk Citra Jokowi
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata
-
Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk
-
Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut
-
Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi
-
Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah
-
Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi
-
Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi
-
Siasat 'Gali Lubang Tutup Lubang' Bos WO Marwah Terbongkar: 58 Pasangan Ketipu Rp2,6 Miliar!