News / Nasional
Minggu, 01 Januari 2023 | 06:27 WIB
Warga menyaksikan pesta kembang api saat perayaan malam Tahun Baru 2023 di Danau Archipelago, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (1/1/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - BMKG bersama BRIN, TNI Angkatan Udara serta Pemprov DKI dan Jabar berkolaborasi menabur sedikitnya 30 ton NaCI atau garam dalam operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Upaya itu untuk mencegah terjadinya cuaca ekstream dan tingginya intensitas hujan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Operasi TMC yang dikomandoi BMKG itu akhirnya berhasil. Tak terjadi cuaca ekstrem hingga hujan lebat di sebagian besar wilayah DKI dan Jawa Barat pada malam pergantian tahun.

Masyarakat di Jabodetabek dan Jabar pun bisa berpesta merayakan malam tahun baru 2023 dengan meriah dan aman dengan cuaca 'bersahabat'.

Operasi TMC yang juga melibatkan Kementerian Perubungan itu mulai dilakukan sejak 29 Desember 2022. Sedikitnya 30 ton NaCl atau garam disemai menggunakan dua pesawat yaitu Pesawat Cassa 212 dan CN 295 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersyukur, operasi TMC bisa berhasil dengan baik.

"Alhamdulillah, operasi TMC yang digelar untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat berjalan sesuai rencana dan bisa dikatakan berhasil, sehingga tidak terjadi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek pada tanggal 30 Desember yang lalu, karena berhasil dikurangi intensitasnya," ungkap Dwikorita di Jakarta, Sabtu (31/12/2022).

Dia menjelaskan, puluhan ton garam tersebut ditabur di langit wilayah Perairan Selat Sunda, berdekatan dengan Gunung Krakatau dengan ketinggian 10.000 kaki. Awan-awan yang membawa hujan, "dicegat" agar tidak turun di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Menurut dia, puluhan ton garam itu disebar dengan teknik penyebaran yang dilakukan secara manual pada koordinat yang telah ditentukan. Dengan begitu, hujan diturunkan di wilayah laut sehingga tidak sempat masuk daratan.

Sejak 21 Desember BMKG merilis adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam sepekan hingga tanggal 1 Januari 2023 di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga: Kemenhub dan BMKG Berkolaborasi Gelar Modifikasi Cuaca untuk Cegah Hujan Ekstrem

Selain Jabodetabek, daerah yang perlu diwaspadai terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat adalah Banten bagian barat dan selatan, Jawa Barat bagian tengah dan utara, Jawa Tengah bagian utara, Jawa Timur bagian utara, Bali, NTB, dan NTT.

Lebih lanjut Dwikorita mengatakan, operasi TMC sebelumnya juga sukses dilakukan kala Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20 di Bali.

TMC tersebut dilakukan sebagai bagian dari skenario mitigasi cuaca yang dipersiapkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem agar gelaran KTT G20 di Bali berjalan dengan lancar dan sukses, serta semua kepala negara dan delegasi dapat melaksanakan pertemuan dengan aman dan nyaman.

Tak lupa, Dwikorita juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, dan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. BMKG bersama pihak terkait akan terus memonitor perkembangan cuaca terkini dan memberikan informasi lewat berbagai kanal resmi BMKG.

Load More