Suara.com - Kasus mengejutkan sekaligus menggemparkan baru saja mengguncang Amerika Serikat. Seorang mahasiswa strata tiga (S3) kriminolog ditangkap dan jadi tersangka kasus pembunuhan.
Seorang mahasiswa S3 kriminolog bernama Bryan Christopher Kohberger (28) ditangkap polisi dan ditahan di Pennsylvania. Ia menjadi tersangka pembunuhan misterius yang menewaskan tiga mahasiswi dan satu mahasiswa di Negara Bagian Idaho pada November 2022.
Menyadur laman BBC, Minggu (1/1/2023), tempat kejadian perkara atau TKP pembunuhan ada di sebuah rumah kontrakan di Kota Moskow, dekat kampus Universitas Idaho.
Di lokasi tersebut, pada 13 November, Xana Kernodle, Ethan Chapin, Kaylee Goncalves, dan Madison Mogen ditemukan tewas ditikam di tempat tidur mereka. Beberapa dari mereka, yang semuanya berusia 20 atau 21 tahun, mengalami luka yang khas akibat membela diri.
Pemeriksaan post-mortem menemukan keempatnya mungkin sedang tidur ketika mereka diserang. Polisi mengatakan tidak ada bukti kekerasan seksual.
Selama berminggu-minggu setelah kematian keempat korban tersebut, para anggota keluarga telah menyuarakan rasa frustrasi mereka dengan perkembangan penyelidikan.
Kohberger ditangkap di dekat Kota Scranton, Negara Bagian Pennsylvania, pada Jumat (30/12) oleh kepolisian negara bagian dan agen FBI. Dia dilacak hingga ke rumah orang tuanya di Albrightsville, kata para pejabat kepada CBS, mitra BBC di AS.
Dia diperkirakan akan diekstradisi ke Idaho, telah menghadap hakim dan ditahan tanpa jaminan.
Jaksa Wilayah Latah, Bill Thompson, mengatakan dalam konferensi pers bahwa tersangka menghadapi empat dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan perampokan.
Tersangka disebut berstatus mahasiswa PhD atau strata tiga di bidang peradilan pidana dan kriminologi di Universitas Washington State.
Kampusnya di Kota Pullman, Negara Bagian Washington - yang juga kota tempat tinggalnya - berjarak 10 mil berkendara dari Kota Moskow, Idaho.
"Ini adalah kasus yang rumit dan luas," kata kepala polisi Moskow, James Fry, dengan nada emosional.
"Rangkaian pembunuhan tersebut telah mengguncang komunitas ini dan tidak ada penangkapan yang akan mengembalikan para mahasiswi muda ini," katanya kepada wartawan.
Polisi tidak mengungkap motif Kohberger. Alasannya, mereka perlu merahasiakan detil tertentu untuk menguatkan dakwaan di persidangan. Mereka mengatakan sedang menyelidiki apakah tersangka mengenal para korban.
James Fry mengatakan sejauh ini pihaknya telah meninjau lebih dari 19.000 masukan dari publik.
Berita Terkait
-
Seorang Perempuan di Bali Tewas Terbunuh Tanpa Mengenakan Pakian
-
Sadis, Pelaku Mutilasi Wanita di Tambun Selatan Diduga Potong Tubuh Korban dengan Menggunakan Gergaji Listrikk
-
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Pria Bertato Joker di Duri Kosambi, Tiga Pelaku Kesal Korban Ingkar Janji Ngamen Bareng
-
Dengan Tubuh Penuh Lubang Peluru, Brigadir J Datangi Sang Ibu Sambil Menangis
-
Ecky Terduga Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi di Tambun Selatan Sempat Berupaya Kabur Bersama Wanita
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat