Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut sempat datang ke sebuah rumah makan di Palembang. Atas kedatangannya tersebut, Presiden dianggap tak neko-neko soal menu namun menginginkan syarat lain di warung makan yang dia datangi.
Dalam keksaksian Eva, menager rumah makan tersebut presiden memesan nasi pindang yang jadi andalan rumah makannya.
"Alhamdulillah Pak Jokowi mau mampir, Pak Jokowi datang dari depan langsung duduk di atas," ujar Eva dalam wawancanya yang diunggah kanal YouTube Kurnia FM.
"Pak Jokowi itu pesannya pindang, pindang Ikan Baung, minumnya jeruk panas, dia minta enggak neko-neko, dia bilang enak aja, mantap teruskan" imbuhnya.
Menurut Eva, ada persyaratan khusus yang diminta Jokowi sebelum memasuki warung makannya.
"Momen lucunya gini, kalau misalnya kita kan waktu kemarin itu, tamu enggak boleh masuk pokoknya steril semua," kata Eva.
"Tiba-tiba begitu Pak Jokowi nya datang, [bilang] Saya enggak mau masuk kalau enggak ada tamu-tamu lain, silakan dia makan. Kita makan di tempat kita" tambahnya mengenang pernyataan Jokowi.
Setelah Jokowi meminta agar para pengunjung lain diperbolehkan masuk, Eva menyebutkan bahwa para pembeli lain kembali berdatangan.
"Nah kan masuk lagi [pelanggan lain], itu yang lucunya," ungkap Eva.
Baca Juga: Mainan Latto-latto dan Ketua dari Medan Nahyan Terabadikan di Unggahan Tahun Baru Jokowi
Eva menyebutkan dengan senang hati, warung makannya akan terbuka untuk Presiden Jokowi saat kembali bekunjung ke Palembang.
"Kalau Pak Jokowi datang ke Palembang lagi, silakan mampir, kita welcome," tutur Eva.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional