Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap kasus peredaran narkoba jaringan Malaysia - Indonesia. Sebanyak 220 kilogram sabu dan 705 butir pil ekstasi disita sebagai barang bukti.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan tiga kasus di periode Februari 2023. Ada tujuh tersangka yang berhasil ditangkap masing-masing berinisial AA (42), I (37), RW (26), KRA (33), ZA (30), M (30), dan RS (37).
"Dittipid Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap tiga kasus dengan total barang bukti sitaan 220 kilogram sabu dan 704 butir ekstasi dengan tujuh orang tersangka," kata Krisno di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2023).
Krisno merincikan empat tersangka yakni AA, I, RW dan KRA ditangkap dengan barang bukti 20 kilogram sabu serta 705 ekstasi. Penangkapan awal dilakukan terhadap tersangka AA dan I di Jalan Daeng Parani, Mallusetasi, Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan pada 3 Februari 2023 dengan barang bukti berupa 15 kilogram sabu dan 705 butir ekstasi.
“Kemudian tim melakukan pengembangan ke Kota Makasar dan Kabupaten Gowa, petugas berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial RW di Makasar, Sulsel dan seorang perempuan KRA di Gowa Sulsel dengan barang bukti narkotika 5 kilogram sabu,” imbuh Krisno.
Dari hasil penyidikan, tersangka AA mengaku diperintah oleh tersangka W menjemput sabu dari Nunukan, Kalimantan Utara untuk kemudian dibawa ke Makassar. Krisno mengklaim penyidik kekinian masih berupaya menburu tersangka W.
“Modus operandi tersangka menyimpan barang bukti narkoba di dalam tas kemudian membawanya dari Kalimantan menuju ke Sulawesi Selatan dengan transportasi kapal ferry,” ungkap Krisno.
Sedangkan tiga tersangka ZA, M dan RS, lanjut Krisno, ditangkap di sekitar Perairan Kuala Teupin Bangka Jaya, Dewantara, Aceh Utara, Aceh. Mereka ditangkap dengan berikut barang bukti sabu seberat 200 kilogram.
“Dalam perahu boat ditemukan empat buah karung motif garis biru kuning dan satu buah kotak fiber ikan warna biru yang berisi empat buah karung motif biru kuning yang berisi narkotika jenis sabu sejumlah 200 bungkus dengan berat brutto 200 kilogram,” beber Krisno.
Baca Juga: Pernah Orasi Perpanjangan Jabatan di DPR, Kades di Kalbar Ini Malah Terjerat Narkoba Seberat 10 Kg
Kepada penyidik tersangka ZA, M dan RS lantas mengaku dikendalikan oleh tersangka berinisial R yang kekinian berstatus buron. Para tersangka ini menyelundupkan sabu melalui perairan Aceh dengan teknik kapal ke kapal atau ship to ship dengan memanfaatkan jasa kurir nelayan lokal.
Atas perbuatannya para tersangka saat ini ditahan di Rutan Bareskrim Polri. Mereka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.
Berita Terkait
-
Berdalih Sakit, Teddy Minahasa Mangkir saat Jadi Saksi Mahkota Perkara Narkotika
-
Polisi Yang Disebut Beking Pengedar Narkoba Saat Jumpa Pers Ditangkap
-
Malah Bela Jenderal Polisi Pebisnis Narkoba, Guru Honorer Minta Hotman Paris Perjuangkan Nasib Mereka
-
Pernah Orasi Perpanjangan Jabatan di DPR, Kades di Kalbar Ini Malah Terjerat Narkoba Seberat 10 Kg
-
Anggota Polres Toraja Utara Disebut Bantu Pengedar Narkoba Ditangkap
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo