Suara.com - Sosok Jonathan Latumahina tak kalah populer jadi pembahasan publik usai peristiwa penganiayaan yang menimpa anaknya David (17). Ia tercatat sebagai kader sekaligus pengusur GP Ansor, salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU).
Sejak kasus penganiayaan dengan tersangka Mario Dandy Satriyo, anak dari eks pejabat Dirjen Pajak ramai di jagat media, sosok Jonathan Latumahina banyak dicari para netizen yang penasaran akan profil dan kesehariannya.
Disitat dari laman Times Indonesia (media partner Suara.com), Minggu (26/2/2023), Jonathan Latumahina disebut sebagai sosok yang dikenal humble, kreatif, ulet dan militan terhadap pimpinan. Terutama di posisinya sebagai kader GP Ansor.
Masih dari artikel Times Indonesia disebutkan, pada 2017 lalu, Pengurus Pusat GP Ansor di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat tengah menyiapkan agenda besar. Jonathan Latumahina yang akrab disapa Jo sedang membawa peralatan drone. Ternyata Bang Jo memang ahli IT.
Tato di leher dan lengannya membuat kesan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya kali pertama. Dari mana asalnya? Namun pertanyaan itu sirna saat kaos berlogo Banser, organisasi sayap GP Ansor itu melekat di dada sebelah kirinya. Warna hitam memang selalu identik dengan dirinya.
Akrab Dengan Tokoh Penting
Hampir di setiap kesempatan rapat para Pimpinan GP Ansor, Jo nyaris tak pernah absen. Dengan gayanya yang gaul, ia tampak berada di antara barisan tokoh penting. Begitu akrabnya dengan pembesar organisasi yang didirikan sejak 1984 silam itu.
Menurut penuturan Gus Chabib Thowus Ainul Yaqin, mantan Direktur PT Sorban Nusantara, sebelum resmi menjadi anggota GP Ansor, Jo sangat aktif di media sosial hingga berseteru dengan kelompok Front Pembela Islam (FPI).
"Merapatnya ke GP Ansor setelah berseteru dengan FPI, dia aktif sejak 2017 itu," katanya pada Jumat (24/2/2023) malam lewat telepon WhatsApp.
Setahun kemudian, Jonathan mendapat sebuah kehormatan menjadi tamu Allah pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah umroh bersama para petinggi GP Ansor. Tepatnya pada 11 Desember 2018, sekaligus menjadi pengalaman pertamanya dan ia tulis di media sosialnya.
"Sempat ragu dan grogi karena tato. Katanya petugas imigrasi Jeddah serem, berkas saya diperiksa, petugas pun tertawa dan langsung berbahasa Inggris, padahal sebelumnya berbahasa Arab," tulisnya, 15 Februari 2020 di medsos.
Setelah itu, lanjut dia, tibalah saatnya rombongan untuk mengambil miqat, sebab dari Jeddah harus sudah berihram kemudian melaksanakan umroh setiba di Mekkah.
Ada keajaiban ketika jelang mandi miqat dan Jo agak kesulitan menaruh barang bawaan karena tempat yang hanya berisi kamar mandi dan tempat wudhu.
"Saya dibantu petugas di sana bahkan dibantu cara mengenakan kain ihram. Sambil diliatin tato saya dan berkali-kali mengucap alhamdulillah, saya juga merinding dengernya," ujarnya.
Selama di Tanah Suci, Jo merasa dibimbing oleh para petinggi GP Ansor, seperti Nuruzzaman, Wibowo Prasetyo dan Affan Rozi. Terutama soal penampilannya yang tatoan, membuat orang Arab penasaran.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Dorong Penyelidikan LHKPN Ayah Dandy Mario Satrio
-
Mengenal Ayah Korban Penganiayaan Mario Dandy: Petinggi GP Ansor, Bertato Tapi Agamis
-
Papan Bunga Bertuliskan Tangkap Agnes Penuhi Polres Jaksel, Warga Tuntut Keadilan Untuk David
-
Umur Sudah 20 Tahun, Mario Dandy Bisa Dijerat UU Perlindungan Anak, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
-
Dendam? Jonathan Latumahina Tolak Bantuan dari Keluarga Mario Dandy: Kita Sembuhkan David Sendiri
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Iran Tantang Donald Trump: Siap 'Sambut' Militer AS di Selat Hormuz
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!