Suara.com - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah memindahkan Bharada E alias Richard Eliezer selaku terpidana kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat ke Lapas Salemba, Jakarta Pusat. Proses eksekusi dari Rutan Bareskrim Polri ke Lapas Salemba dilakukan diam-diam dengan pengawalan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Pantauan Suara.com, petugas perlindungan dan pengamanan LPSK tiba di Bareskrim Polri sekitar pukul 11.09 WIB. Mereka menggunakan dua mobil Toyota Fortuner warna hitam dengan sticker bertuliskan LPSK.
Hingga pukul 14.30 WIB, Richard tidak kunjung terlihat dibawa dari pintu keluar Rutan Bareskrim Polri.
Dihubungi terpisah wakil ketua LPSK, Susilaningtyas menyebut Richard kekinian tengah dalam perjalanan menuju Lapas Salemba.
"Sudah keluar, lagi OTW," kata Susilaningtyas saat dihubungi, Senin (27/2/2023).
Susilaningtyas mengklaim tidak mengetahui persis bagaimana proses Richard keluar atau dibawa dari Rutan Bareskrim Polri.
"Wah enggak tau saya," katanya.
Senada dengan LPSK, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Syarief Sulaeman Nahdi juga mengklaim tidak tahu-menahu soal teknis proses dibawanya Richard dari Bareskrim Polri yang tidak diketahui awak media.
"Wah nggak tahu. Saya juga nggak ngerti. Tapi sudah jalan," ungkap Syarief.
Baca Juga: Siang Ini Dijebloskan ke Lapas Salemba, Bagaimana Nasib Richard Eliezer?
Berita Terkait
-
Siang Ini Dijebloskan ke Lapas Salemba, Bagaimana Nasib Richard Eliezer?
-
Bakal Huni Lapas Salemba Mulai Hari Ini, Richard Eliezer Tetap Dilindungi LPSK
-
Bharada Richard Eliezer Dijebloskan Ke Lapas Salemba Hari Ini
-
Pengamat 'Sentil' Eks Jenderal Polisi Soal Kembalinya Bharada E Jadi Anggota Polri: Tak Ada Dasar Hukumnya
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi