News / Nasional
Jum'at, 03 Maret 2023 | 23:44 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengucapkan berbelasungkawa atas peristiwa tersebut. (ANTARA/HO-Kementerian BUMN).

Suara.com - Sebanyak 17 orang dikabarkan meninggal dalam insiden ledakan pipa milik PT Pertamina (Persero) di Plumpang, Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/3/2023) malam. Tak hanya itu, peristiwa tersebut juga menyebakan puluhan korban luka-luka.

Jumlah korban meninggal dan luka-luka itu akibat ledakan pipa Pertamina itu disampaikan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan saat ditemui di lokasi, Jumat malam.

Menanggapi jatuhnya korban jiwa ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengucapkan berbelasungkawa atas peristiwa tersebut.

"Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kita semua sedih mendapatkan musibah ini," ujar Erick dalam keterangannya, Jumat (3/3/2023).

Erick pun meminta Pertamina untuk melakukan evakuasi bagi warga yang terdampak untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

"Segera monitor area di sekitar lokasi, segera ambil tindakan evakuasi warga yang berada di dekat lokasi tersebut. Utamakan keselamatan masyarakat dan para pekerja di sana," kata Erick.

Diketahui Depo Pertamina Plumpang di Jalan Tanah Merah Bawah Rt 012 Rw 09 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara terbakar, pada Jumat (3/3/2023) pukul 20.11 WIB. Beberapa kali terdengar suara ledakan.

Sejumlah petugas mengevakuasi korban meninggal kebakaran Depo Pertamina Plumpang,kawasan Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/3/2023). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengkonfirmasikan kebenaran peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya tengah melakukan upaya pemadaman.

"Saya belum bisa berkomentar banyak, sekarang petugas lagi fokus untuk memadamkan kebakaran," kata Irto kepada suara.com, Jumat (3/3/2023).

Baca Juga: BREAKING NEWS! Depo Pertamina Plumpang Meledak dan Terbakar Hebat, Warga Sesak Nafas dan Mata Perih

Load More