Suara.com - Menyambut bulan suci Ramadhan Yayasan Sinar Mas membagikan 2.000 mushaf Alquran yang dilakukan secara simbolis kepada Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia pada Sabtu (25/3/2023).
Penyerahan simbolis mushaf Alquran tersebut dilakukan Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM) Saleh Husin kepada Ketua Umum ICMI Prof Arif Satria sekaligus Rektor IPB.
Dalam penyerahan tersebut turut disaksikan Ketua Dewan Pembina YMSM Badrodin Haiti yang juga mantan Kapolri dan Dewan Pengawas YMSM Irsyal Yasman serta Wakil Ketua Umum ICMI Priyo Budi Santoso, Waketum ICMI Andi Anzar Cakra Wijaya dan Waketum ICMI Jafar Hafsah dan beberapa pengurus ICMI lainnya di Kantor ICMI Pusat, Warung Buncit Jakarta Selatan.
"Alhamdulillah pada hari Sabtu (25/3/2023) kami dari Yayasan Muslim Sinarmas (YMSM) dapat menyerahkan simbolis 2.000 mushaf Alquran kepada Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang nantinya mushaf Alquran tersebut akan disalurkan ke sejumlah masjid dan mushola di berbagai wilayah," ujar Managing Director Sinarmas Saleh Husin.
Ia mengemukakan, sejak tahun 2008, Sinarmas berusaha membantu menghadirkan mushaf Alquran ke umat muslim setiap menjelang bulan suci Ramadhan dengan melakukan wakaf Alquran yang dilengkapi dengan terjemahannya di berbagai termpat melalui ormas Islam, kementerian, pemda, tokoh ulama dan lain lain.
"Wakaf Alquran sudah kami lakukan sejak tahun 2008 sampai saat ini dan sudah lebih dari 1,2 juta mushaf Alquran yang telah disalurkan," ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan mushaf Alquran setiap tahun kurang lebih sekitar 2 juta. Tentunya pemerintah tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan tersebut karena mungkin terbatasnya anggaran. Untuk itu perlu partisipasi sektor swasta dan lainnya guna membantu memenuhinya.
Diungkapkannya, pada bulan suci Ramadhan, menjadi momen bertadarus sambil memaknai arti dan makna dari isi Alquran tersebut. Apalagi, menurut data Kementerian Agama menyebutkan bahwa masih banyak saudara saudara kita umat Muslim, kira kira 60 persen belum bisa baca Alquran.
"Harapan kami semoga Alquran tersebut dapat bermanfaat bagi umat muslim dalam memahami dan memaknai arti dari kitab suci Alquran tersebut dikarenakan sudah dilengkapi dengan terjemahannya apalagi terdistribusikan di bulan suci Ramadhan ini," ungkapnya.
Baca Juga: Masjid Agung Baitussalam Purwokerto Gelar Tasmi' Alquran
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Krisis Landa Banyak Negara, Prabowo: Rakyat Harus Tenang, Kita Masih Punya Kekuatan dan Kemampuan
-
Viral! Alat Vital Dicincang Istri Gegara Selingkuh, Suami Ini Minta Hakim Ringankan Hukuman
-
Prabowo Minta Luhut sampai Purbaya Sampaikan Laporan Terbuka di Sidang Kabinet Paripurna
-
Jelang Putusan! Nasib Direktur PT WKM, Lee Kah Hin di Kasus Sumpah Palsu Ditentukan Pekan Depan
-
Akui Ijazah Jokowi Asli, Rismon Bakal Tulis Buku Antitesis dari "Jokowi's White Paper"
-
Truk Kontainer Anjlok di Cilincing, Operasional Transjakarta Koridor 10 Terhambat
-
Prabowo Minta THR ASN Dibayar Tepat Waktu, Aplikator Bayar BHR Ojol Rp400 Ribu-Rp 1,6 Juta
-
Sidang Kabinet: Prabowo Minta Jajaran Beri Pelayanan Mudik Terbaik Hingga Diskon Tarif
-
Joget Gemoy Trump Disamakan dengan Kaisar Nero, Netizen: Di Sini Pemimpinnya Juga Suka Joget
-
Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas