Di suatu kesempatan, Koster secara terbuka juga mengungkap alasan lain terkait penolakannya atas kedatangan timnas Israel di Piala Dunia U-20.
Politikus PDIP ini menyebut dengan blak-blakan Israel telah menjajah Palestina, sehingga tidak seharusnya timnas Israel ikut berpartisipasi di Piala Dunia U-20
Ancaman bom
Tak sampai di situ, alasan lain Gubernur Koster yang diyakini telah mengubah keputusan FIFA adalah soal bom. Koster disebut-sebut masih memiliki trauma mendalam dengan peristiwa Bom Bali di Legian, Badung, di mana aksi terorisme
Sebagai seorang pemimpin, Koster dianggap menerima berbagai masukan terkait beragam potensi eskalasi ancaman-ancaman, sehingga ketakutan soal bom yang disampaikan itu ikut menjadi 'momok' bagi FIFA.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Dikritik Pedas soal Tragedi Kanjuruhan, Gibran: Maaf Saya Salah
-
Kecewa? Ada 3 Pemain Persib di Timnas U20 yang Gagal Berlaga di Piala Dunia U-20 2023, Begini Tanggapan Teddy Tjahjono
-
Piala Dunia U-20 Tak Jadi di Indonesia, Pelatih Israel Ungkap Kelegaan
-
Siap Gantikan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 : Argentina jadi Kandidat Pertama yang Mengajukan Diri
-
Berapa Biaya yang Diberikan Indonesia ke FIFA untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!