- Kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan kapal fregat Iran Iris Dena di Samudera Hindia pada Selasa malam (3/3/2026).
- Penyelamatan 32 prajurit Iran dilakukan Sri Lanka di dekat Kota Galle, setelah kapal tersebut diduga dihantam torpedo.
- Peristiwa ini adalah serangan pertama AS terhadap militer Iran di luar Timur Tengah sejak perang dimulai 28 Februari kemarin.
Suara.com - Kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan kapal perang Iran di Samudera Hindia, sebelah selatan Sri Lanka, demikian dikatakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Sebelumnya pemerintah Sri Lanka melaporkan telah menyelamatkan 32 prajurit Angkatan Laut Iran pada Rabu pagi (4/3/2026) dari Kapal Fregat Iris Dena milik Angkatan Laut Iran. Sementara 80 orang lainnya tewas dalam peristiwa tersebut.
Hegset mengatakan AL AS adalah pihak yang menghantam kapal perang Iran itu. Serangan tersebut dilancarkan pada Selasa malam (3/3/2026).
"Kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran. Mereka kira mereka aman berlayar di perairan internasional," kata Hegseth.
Ia mengatakan kapal fregat Iran itu dihantam oleh sebuah torpedo. Hegset juga mengeklaim ini adalah untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II militer AS sukses menenggelamkan kapal musuh menggunakan torpedo.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath pada Rabu mengatakan pasukan penjaga pantai menerima panggilan darurat dari Kapal Perang Iran iris Dena pada pukul 5.08 pagi waktu tempat.
"Kami mengirim sebuah kapal angkatan laut pada pukul 6 pagi dan kapal kedua dikirim pada pukul 7 pagi," terang Herath.
Herath menegaskan Sri Lanka wajib merespon panggilan darurat tersebut karena negaranya menandatangani perjanjian internasional terkait SAR maritim.
Saat ditemukan, kapal perang Iran itu berada di lautan internasional, sekitar 81 km dari Kota Galle, Sri Lanka. Perairan tersebut masih masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif Sri Lanka.
Baca Juga: Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
Saat ditemukan pasukan AL Iran yang selamat mengaku kapal mereka meledak. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit di Kota Galle.
Serangan itu terjadi ketika AS dan Israel sedang melancarkan perang di Iran sejak Sabtu (28/2/2026) pekan lalu. Ini adalah serangan pertama terhadap militer Iran oleh AS di luar wilayah Timur Tengah.
Ironisnya Iris Dena adalah kapal fregat terbaru AL Iran. Ia dibekali persenjataan canggih seperti rudal darat ke udara, rudal anti kapal dan peluncur torpedo.
Tampaknya kapal perang itu melewati Sri Lanka dalam perjalanan pulang setelah mengikuti acara di India.
Seorang pejabat Sri Lanka bercerita, Kedutaan Besar Iran di Kolombo mengaku bahwa pihaknya sudah tahu kapal perang tersebut ditenggelamkan oleh AL AS.
Kedubes Iran mengatakan tampaknya kemampuan pertahanan kapal perang itu dilumpuhkan oleh peranti elektromagnetik, sehingga tidak bisa membalas serangan kapal selam AS.
Sementara sumber dari militer Sri Lanka mengatakan tampaknya kapal perang Iran itu dihantam dua torpedo.
Amerika Serikat sendiri diketahui memiliki pangkalan AL di Diego Garcia di Kepulauan Chagos di Samudera Hindia, sekitar 1600 km dari Sri Lanka.
Berita Terkait
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Turkiye Tangkis Rudal Iran, Kirim Peringatan ke Teheran
-
Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Menhan AS Ancam Penantang Washington: Akan Bayar Harga Mahal!
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Tiki-Taka vs Sihir Messi: Prediksi Pertarungan Sengit Final Spanyol vs Argentina
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z
-
Bahlil Sebut Antrean BBM di Sumatera Bukan Stok Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik
-
Ekosida Peradaban Air Sumsel, Ketika Lahan Basah Tak Lagi Menjadi Ruang Hidup
-
Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
-
Wali Kota Minta Satpol PP Pekanbaru Segera Tertibkan Warung Remang-remang
-
The Upstairs Hadirkan Musik Enerjik dan Cerita Kehidupan Urban di Soundrenaline 2026
-
Dicecar DPR Soal Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T, Menkop Tidak Tahu
-
Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM