Suara.com - Menpora baru Dito Ariotedjo disebut sebagai menteri paling muda dalam jajaran kabinet kerja di Indonesia. Namun sesungguhnya ternyata masih ada sosok menteri termuda mengalahkan Dito. Siapa dia?
Pelantikan Dito Ariotedjo selaku Menteri Pemuda dan Olahraga baru menggantikan posisi Zainuddin Amali sudah dilaksanakan kemarin, Senin (03/04/2023) oleh Presiden Jokowi di Istana Negara.
Dito Ariotedjo sendiri sekarang menjadi menteri termuda di kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya Mendikbudristek, Nadiem Makarim juga sempat menjadi menteri termuda di kabinet Indonesia Maju.
Dito disebut-sebut sebagai menteri termuda sepanjang sejarah Indonesia. Namun faktanya, Indonesia sendiri pernah memiliki sosok menteri yang diangkat saat ia berusia 22 tahun.
Ia adalah Sodancoh Soeprijadi atau Supriyadi, Menteri Keamanan Rakyat di era kepemimpinan Presiden Soekarno atau pasca proklamasi Indonesia. Namanya hingga kini dikenang sebagai salah satu pahlawan militer Indonesia, terutama jasanya sebagai salah satu pemimpin organisasi pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) saat melawan pasukan Jepang pada Februari 1945 silam.
Kegigihannya di dunia militer dan mempertahankan kedaulatan demi merebut kemerdekaan membuatnya mendapatkan kepercayaan dari Presiden Soekarno untuk duduk di kursi Menteri Keamanan Rakyat dalam kabinet Presidensial.
Supriyadi awalnya dikenal sebagai salah satu pemuda Indonesia yang pro terhadap Jepang. Ia pun menganggap kehadiran Jepang dapat mengubah nasib tanah air yang selama 350 tahun dijajah Belanda. Ia pun mulai patuh dan ikut berbagai pelatihan militer Jepang yang sudah menjanjikan kemerdekaan Indonesia.
Namun, di tengah-tengah kesetiaannya kepada Jepang, Supriyadi pun menyadari bahwa sikap Jepang terhadap Indonesia berbanding terbalik dengan apa yang dipercayainya.
Supriyadi yang bergabung dengan pasukan PETA Batalion Blitar seringkali melihat penyiksaan terhadap pekerja romusha (kerja paksa Jepang) dan banyak wanita Indonesia diperlakukan tidak baik oleh para tentara Jepang.
Baca Juga: Tiga Arahan Presiden Jokowi untuk Menpora Dito Ariotedjo yang Baru Dilantik
Hal ini membuatnya membelot dan akhirnya membentuk milisi PETA untuk menyerbu pasukan Jepang. Di tahun 1944, Supriyadi secara terang-terangan menyebut dirinya pemberontak dan siap menghadapi pasukan Jepang demi membela tanah air.
Perlawanannya kepada Jepang pun semakin masif saat pasukan pemberontakan PETA memiliki banyak anggota dan mengikuti ideologis pemberontakan Supriyadi.
Pada 14 Februari 1945, pemberontakan terbesar terhadap Jepang terjadi pasca Perang Dunia II. Supriyadi bersama para pasukannya pun mulai mengepung Blitar dan berhasil menduduki beberapa wilayah. Namun, mereka sempat terkecoh karena pasukan Jepang ternyata sudah banyak yang meninggalkan Blitar.
Naasnya, Supriyadi pun dinyatakan hilang di tanggal 14 Februari 1945 saat ia dilaporkan terakhir kali terlihat di lereng Gunung Kelud bersama pasukan lainnya yang dipimpin Moeradi.
Hal ini pun diketahui oleh Presiden Soekarno. Hingga pembacaan proklamasi tanggal 17 Agustus 1945, Supriyadi tak kunjung muncul ke publik. Isu soal kematiannya pun mencuat, namun Soekarno tetap optimis dengan rencana mengangkat dan melantik Supriyadi sebagai Menteri Keamanan Rakyat.
Secara tertulis, Supriyadi diangkat sebagai Menteri Keamanan Rakyat pada 19 Agustus 1945. Saat itu, Supriyadi tercatat masih berusia 22 tahun. Soekarno pun meminta Supriyadi melalui pasukannya untuk segera muncul ke publik.
Berita Terkait
-
Tancap Gas, Dito Ariotedjo Gelar Pertemuan dengan Pejabat Kemenpora
-
Tiga Arahan Presiden Jokowi untuk Menpora Dito Ariotedjo yang Baru Dilantik
-
Resmi Jadi Menpora Termuda! Ini 4 Potret Dito Ariotedjo yang Ternyata Juga Gemar Olahraga
-
Sah Jadi Menpora, Dito Ariotedjo Tinggalkan RANS Nusantara FC
-
Hindari Konflik Kepentingan, Menpora Dito Bakal Mundur dari RANS Nusantara FC
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?