Suara.com - Nuzulul Quran adalah salah satu malam istimewa bagi umat Islam yang tetjadi pada bulan Ramadhan. Pasalnya, momen tersebut untuk memperingati peristiwa bersejarah Islam yaitu turunnya kitab suci Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril di Gua Hira. Lantas bagaimana tahapan turunnya Al-Quran?
Meskipun tidak ada keterangan pasti mengenai terjadinya Nuzulul Quran, namun peristiwa ini diyakini terjadi pada tanggal 17 Ramadan 610 M, tepatnya saat usia Rasulullah SAW memasuki ke-41 tahun. Hal ini berdasarkan tafsiran surat Surat Al-Anfal ayat 41.
"Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu,"
Tahapan Turunnya Al-Quran
Dalam proses turunnya Al Quran sendiri dibagi menjadi tiga tahap, yakni:
1. Tahap pertama, Alqur’an diturunkan ke Lauhul Mahfudz.
Di tahap pertama, Alqur’an diturunkan dengan cara dan di waktu yang tak diketahui kecuali oleh Allah SWT sendiri dan oleh siapa punbyang mendapat izin-Nya mengetahui beberapa perkara ghaib. Tahapan pertama turynnya Al-Quran ini, betdasarkan firman Allah SWT sebagai berikut:
“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Alqur’an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauhul Mahfudz”.
2. Al Quran diturunkan secara utuh di malam Lailatul Qadar dari Lauh Mahfuz ke langit dunia
Baca Juga: Kapan Malam Nuzulul Quran 2023, Simak Jadwal Ramadhan Tahun Ini!
Kitab auci Al-Quran diturunkan secara utuh di malam Lailatul Qadar dari Lauh Mahfuz menuju ke langit dunia. Kitab suci umat Islam ini diturunkan kepada Rasulullah SAW secara bertahap atau berangsur-angsur. Turunnya Al-Qur’an kemudian dibagi lagi ke dalam dua periode, antara lain yaitu surat Al-Quran yang turun pada periode Mekkah yang disebut juha dengan ayat Makkiyah lalu periode Madinah yang dikenal dengan ayat Madaniyah.
Selama periode Mekkah, umumnya ayat Al-Quran yang diturunkan berisi mengenai akidah (paham tentang keimanan) dan tauhid (dasar dari ajaran agama Islam). Di periode ini, ada 86 surat Al-Quran yang diturunkan selama 12 tahun 5 bulan. Sementara ayat yang turun di kota Madinah umumnya mengatur tentang Muamalah (hubungan manusia sebagai makhluk sosial), syariat (aturan kehidupan Islam), serta hukum agama Islam.
Selama periode setelah Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah, ada 28 surat Al-Quran yang diturunkan dalam waktu selama sembilan tahun sembilan bulan. Ayat Al Qur’an yang terakhir turun adalah surat Al Maidah ayat ke-5.
3. Setelah diturunkan ke langit dunia, Al Qur’an diberikan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap melalui malaikat Jibril
Al-Qur’an kemudian diturunkan oleh Allah SWT melalui perantara malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Ayat yang pertama kali diturunkan adalah surat Al-Alaq ayat 1 smapai 5 saat bwliau berada di Gua Hira pada tahun 610 M. Turunnya ayat pertama ini menjadikan awal dari kenabian Muhammad SAW.
Selain itu, waktu turunnya Al Qur’an juga menjadi awal penyebaran agama Islam. Saat itu, Nabi Muhammad sedang menyepi untuk menenangkan hati. Ketika wahyu pertama tersebut turun, Rasulullah SAW tidak bisa membaca sama sekali. Oleh sebab itu, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW membaca dari surat Al-Alaq.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara