Namun, kotak itu tidak segera diberikan oleh pelaku dan INP meminta yang lagi. Korban terus bersabar karena di dalam kotak diperlihatkan ada uang sebesar Rp3 juta. Akhirnya pelaku tak memperbolehkan korban mengambil uang itu dan tidak dapat membuktikan kemampuannya menggandakan uang.
4. Modus Penggandaan Uang Pakai Kain Kafan
Empat orang pelaku penggandaan uang dengan kain kafan ini menjanjikan uang kepada korban Rp1,5 miliar dengan membayar Rp50 juta. Namun korban meminta bukti sebelum memberikan uangnya.
Tersangka pun menyanggupi dan meminta korban masuk ke sebuah kamar. Slamet selaku tersangka lain turut masuk ke kamar. Sementara Djasmani dan Waryono selaku tersangka lain menunggu di luar.
Di dalam kamar itu, Juari meminta korban menyerahkan uang Rp100 ribu. Uang itu kemudian dibakar oleh tersangka kemudian dimasukkan ke kardus air mineral dan ditutup kain kafan.
5. Simpan Rp1,2 Triliun Uang Palsu
Umriyah (46) selaku ibu rumah tangga melakukan penggandaan dan peredaran uang palsu. Umriyah menyimpan Rp1,2 triliun uang palsu yang terdiri dari uang rupiah palsu, uang Brasil, dan dolar Singapura palsu.
Polisi bahkan menemukan bukti lain yakni plat sertifikat palsu dari Bank Swiss yang dibuat dari tembaga. Bahkan Umriyah tergiur dengan penipuan itu lagi meski sudah dipenjara selama 1 tahun pada 2010 karena keuntungan yang besar.
6. Pria Ngaku Kiai
Baca Juga: Awas Ketipu! Ibu Ida Dayak Ingatkan Banyak Penipuan, Ini Cara Ikut Pengobatannya
Seorang kyai viral pada 2014 karena mampu menggandakan uang. Kemampuan itu dipamerkan melalui YouTube. Dalam video itu, tampak seorang pria bergamis putih dan sorban hitam duduk di atas kursi.
Kemudian ia menaruh tangan ke belakang korban. Seketika uang itu hadir begitu saja. Uang pecahan yang terlihat di video itu pun dihamburkan.
Terdapat lima hingga enam orang pria yang memamerkan uang itu. Hingga kini, identitas pelaku belum diketahui dan belum ditindaklanjuti.
7. Kasus Wowon Cs
Kasus serial killer dengan modus penggandaan uang dengan korban TKW sebanyak 9 orang sempat menjadi perbincangan. Wowon (60) bersama Duloh dan Dede Solehudin menipu korbannya dan satu persatu korban dibunuh ketika menagih uang hasil penggandaan.
Aksi ini dilakukan bertahun-tahun. Kerugian yang ditimbulkan dari para korban sekitar Rp1 miliar lebih. Beberapa korban juga merupakan kerabat Wowon.
8. Kasus Dukun Slamet
Kasus penipuan modus penggandaan uang berikutnya adalah dari Slamet Tohari. Slamet bersama asistennya BS melakukan penipuan melalui media sosial yang kemudian mengundang korbannya datang.
Aksi ini telah dilakukan sejak tahun 2020 dan terdapat 11 korban. Korban terbaru adalah korban berinisial PO. Aksinya diketahui setelah anak korban PO melaporkan Slamet ke polisi.
Para korban ditemukan oleh pihak kepolisian terkubur di kebun milik tersangka. Beberapa mayat dikubur dalam satu lubang dan tinggal tulang belulang. Salah satu korban terbaru yakni berinisial PO.
Pihak kepolisian pun masih terus melakukan pengembangan kasus ini. Pihaknya juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui jumlah pasti korban yang bermunculan.
"Untuk jumlah pasti (korban pembunuhan Mbah Slamet) belum bisa kami pastikan. Namun kami terus melakukan pengembangan terkait kasus ini," ujar AKP Bintoro Thio Pratama di lokasi kejadian pada Senin (3/4/2023).
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Awas Ketipu! Ibu Ida Dayak Ingatkan Banyak Penipuan, Ini Cara Ikut Pengobatannya
-
Detik-detik Terbongkarnya Aksi Keji Dukun Slamet: Berawal dari Laporan Orang Hilang, 12 Korban Ditemukan
-
Dukun Slamet Ditangkap Polisi atas Aksi Kejinya, Istri justru Bahagia karena Dibuat Sakit Hati selama Berumah Tangga
-
Dukun Penggandaan Uang dan Serial Killer, Ini Deretan Kasus yang Sempat Heboh di Indonesia!
-
Ragam Kelakuan Sadis Mbah Slamet: Tipu Daya Korban Berawal dari Pasang Iklan di Facebook
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser