Suara.com - Beredar kabar duka terkait tersangka kasus penganiayaan David, Mario Dandy Satriyo, yang dikabarkan mengalami kritis. Mario Dandy disebut kritis setalah dihajar oleh teman satu selnya.
Kabar itu dibagikan oleh akun YouTube Seputar Indonesia pada Kamis, 6 April 2023. Hingga berita ini dipublikasikan, unggahan tersebut sedikitnya telah disaksikan 22 ribu kali.
Dalam narasinya, akun ini menuliskan judul yang mengabarkan bahwa Mario Dandy mengalami sekarat setelah dihajar teman satu tahanan.
Adapun narasi dalam judul video sebagai berikut:
"STRESSS. MARIO DANDY SEKARAT DIHAJAR TEMAN SATU SELNYA"
Sedangkan narasi dalam thumbnail atau sampul video berikut ini:
"KABAR DUKA MARIO DANDY MIRIS. MARIO SEKARAT DI HAJAR TEMAN SATU SELNYA."
Lantas benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Baca Juga: CEK FAKTA: Akhirnya Tia Si Pemulung Cantik Dijemput Kini Berkumpul Bersama Keluarga Cendana
Berdasarkan penelusuran, kabar duka terkait Mario Dandy mengalami kondisi kritis setelah dihajar teman satu tahanan adalah tidak benar.
Faktanya, isi video sama sekali tidak memberikan bukti-bukti valid maupun informasi terpecaya terkait Mario Dandy dalam kondisi kritis. Begitu pula tidak ada sumber kredibel terkait anak Rafael Alun Trisambodo itu mengalami penganiayaan.
Nyatanya dalam video tersebut, narator justru membacakan artikel yang diunggah Suara.com pada 5 April 2023. Artikel yang dimaksud berjudul "Sering Teriak-Teriak di Penjara, Mario Dandy dan Shane Lukas Mulai Stres".
Artikel itu membahas mengenai kondisi terkini Mario Dandy dan temannya, Shane Lukas saat dihadirkan dalam sidang kasus penganiayaan David di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa (4/4/2023). Keduanya diketahui menjadi tersangka penganiayaan kasus David.
Adapun ayah David, Jonathan Latumahina, menjadi sosok yang membongkar mengenai keadaan Mario Dandy dan Shane Lukas selama di tahanan. Ia mengungkap keduanya sudah mulai stres dan saling teriak-teriak di dalam sel tahanan.
Meski demikian, dalam artikel yang diunggah Suara.com, sama sekali tidak ada informasi terkait Mario Dandy yang mengalami kritis.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Akhirnya Tia Si Pemulung Cantik Dijemput Kini Berkumpul Bersama Keluarga Cendana
-
Cek Fakta: Nikita Mirzani Dikeroyok Sampai Tulang Hidungnya Patah
-
CEK FAKTA: Rizky Billar Diperiksa KPK, Lesti Kejora Pasrah dan Hasilnya Bikin Kaget
-
CEK FAKTA: 5 Kali Layani Nafsu Pacar, Agnes Gracia Nangis Akui Hamil Bikin Mario Dandy Curiga Minta Tes DNA
-
Candaan Komeng Dianggap Tak Etis, Benarkah Humor Bisa Meredakan Duka?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba