- Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba dan mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba pada Kamis, 16 April 2026.
- Langkah ini merupakan upaya preventif berbasis masyarakat untuk menekan peredaran narkotika yang masif di wilayah Riau.
- Polisi memberikan bantuan mesin ketinting kepada nelayan guna meningkatkan ekonomi produktif dan meminimalisir keterlibatan masyarakat dalam narkoba.
Suara.com - Polda Riau mengambil langkah progresif dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah Bumi Lancang Kuning.
Bertempat di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau pada Kamis (16/4/2026), institusi kepolisian ini resmi mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba sekaligus mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba sebagai upaya preventif berbasis masyarakat.
Acara pengukuhan ini dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, yang didampingi jajaran petinggi lainnya seperti Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi dan Irwasda Polda Riau Kombes Pol Prabowo Santoso.
Kegiatan dimulai dengan suasana khidmat melalui pemutaran video pembuka dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Polda Riau juga menyajikan video pengungkapan kasus narkoba sebagai gambaran nyata tantangan di lapangan.
Puncak acara ditandai dengan pemasangan selempang oleh Kapolda Riau kepada 23 duta yang terpilih, yang terdiri dari 5 duta nasional dan 18 duta lokal.
Salah satu figur publik yang didapuk menjadi duta nasional adalah aktor Okan Cornelius. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pesan kuat mengenai urgensi keterlibatan pemuda.
Perwakilan duta nasional, Okan Cornelius, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam melawan penyalahgunaan narkoba.
Suasana acara semakin emosional dengan penampilan seni budaya berupa pembacaan puisi oleh Sendy Alpagari serta teatrikal dari Riau Creative Hub (RCH).
Selain pengukuhan personal, komitmen institusional juga diperkuat melalui penandatanganan prasasti Kampung Tangguh Anti Narkoba.
Baca Juga: Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Penandatanganan ini dilakukan oleh Kapolda Riau bersama Direktur Reserse Narkoba Polda Riau dan perwakilan Desa Panipahan yang diwakili oleh Bupati Rokan Hilir, Bistamam.
Dalam arahannya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan penekanan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni di atas kertas. Dia menyoroti peristiwa di Panipahan sebagai titik balik kesadaran semua pihak.
“Peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu harus kita maknai sebagai wake-up call bagi kita semua. Ini bukan hanya tugas Polri, tetapi juga BNN, Bea Cukai, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kita tidak boleh hanya fokus pada penindakan, tetapi juga harus mendorong perubahan sosial,” ujar Kapolda.
Data statistik yang dipaparkan Kapolda menunjukkan skala ancaman yang sangat masif. Sepanjang tahun 2025 hingga April 2026, Polda Riau tercatat telah mengungkap 3.287 kasus narkoba dengan total 4.719 tersangka.
Angka itu mencerminkan kerja keras aparat di lapangan dalam memutus rantai peredaran.
“Dari pengungkapan tersebut, kita berhasil menyelamatkan kurang lebih 5,3 million jiwa. Namun kita harus jujur, Indonesia saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar. Karena itu, penguatan di level masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba
-
5 Fakta Kasus Pemerasan Gubernur Riau: dari OTT hingga Ajudan Jadi Tersangka
-
Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan