- Perkumpulan Dokter Praktisi Indonesia berencana membuka program Magister Kedokteran Asuransi pertama di Indonesia pada tahun 2028 mendatang.
- Program ini bertujuan memperkuat landasan akademik dokter terkait mekanisme asuransi kesehatan melalui pendekatan ilmiah yang terstruktur.
- Pendidikan ini diharapkan dapat mengoptimalkan proses penilaian klaim asuransi melalui perhitungan medis yang akurat dan terukur.
Suara.com - Perkumpulan Dokter Praktisi Indonesia tengah menginisiasi pembentukan program studi magister (S2) Kedokteran Asuransi. Program ini ditargetkan bisa berjalan pada tahun 2028 mendatang.
Ketua Pengurus Pusat Perdokjasi, Wawan Mulyawan menilai kehadiran prodi ini bisa menjadi solusi atas masih rendahnya pemahaman kolektif di kalangan dokter mengenai mekanisme asuransi kesehatan secara ilmiah.
Menurutnya, selama ini pemahaman dokter terkait asuransi masih sebatas pengalaman praktis di lapangan, tidak berdasar pada landasan keilmuan yang terstruktur.
"Mengenai kedokteran asuransi di Indonesia sekarang ini memang masih sangat belum disosialisasikan. Ada perbedaan yang cukup berbeda sekali antara asuransi kesehatan dengan kedokteran asuransi," ujar Wawan, Kamis (16/4/2026).
Wawan menjelaskan, keilmuan ini sangat krusial dalam proses penilaian klaim atau penjaminan yang adil dan akurat.
Ia memberi contoh dalam kasus asuransi jiwa atau kesehatan, di mana penentuan nilai layak bayar sebuah klaim harus didasarkan pada variabel medis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"Misalnya ilmu kedokteran asuransi sampai dengan dia setelah dihitung dengan berbagai macam variabel keilmuan yang ada akhirnya ini hanya layak dibayar tiga puluh persen. Angka tiga puluh persen itu ada hitungannya gitu. Nah ini kan nggak bisa orang kalau nggak belajar," ujarnya.
Rencana besar ini digawangi oleh guru besar ilmu kedokteran forensik, Prof. Herkutanto, yang termasuk sedang menyusun modul pendidikan tersebut.
Meski demikian, Wawan mengakui bahwa proses administrasi dan pemilihan universitas yang tepat menjadi tantangan tersendiri karena prodi ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Baca Juga: Bukti Awal Sudah di Kantong! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
"Pertama ini adalah pertama kali belum ada sebelumnya, jadi butuh meyakinkan kepada stakeholder juga ya bahwa ini memang perlu. Yang kedua juga memang kita harus memperoleh lah gitu universitas yang tepat juga," ungkapnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Program Magister ini direncanakan akan berlangsung selama tiga hingga empat semester, layaknya standar pendidikan S2 di Indonesia. Tidak hanya diisi oleh akademisi kedokteran, tenaga pengajar juga akan melibatkan para praktisi dan pemangku kepentingan dari industri asuransi.
“Nanti tentu kan ada mata kuliah atau modul dan lain-lain pasti melibatkan pihak-pihak yang ada di stakeholder gitu. Pasti dari dunia asuransi, kedokteran, juga ada yang klinis ada yang apa komunitas juga di sana. Jadi banyak yang akan terlibat di pendidikan itu.” jelasnya.
Melalui kehadiran prodi ini, diharapkan tercipta standarisasi yang lebih baik dalam pelayanan kesehatan yang melibatkan penjaminan, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih adil bagi masyarakat maupun perusahaan asuransi.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata
-
Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk
-
Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut
-
Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi
-
Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah
-
Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi
-
Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi
-
Siasat 'Gali Lubang Tutup Lubang' Bos WO Marwah Terbongkar: 58 Pasangan Ketipu Rp2,6 Miliar!