News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB
Pemimpin baru Lebanon Joseph Aoun (X/@realMaalouf)
Baca 10 detik
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun menolak ajakan berdialog dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui mediator Amerika Serikat.
  • Keputusan tersebut membatalkan rencana pertemuan bersejarah yang sebelumnya diupayakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi kedua negara.
  • AS dan Prancis mengajukan proposal gencatan senjata 21 hari, namun operasi militer Israel di Lebanon tetap terus berlangsung.

Suara.com - Presiden Lebanon Joseph Aoun dilaporkan menolak melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sikap ini disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Laporan media Lebanon menyebut keputusan tersebut memupus rencana pertemuan bersejarah yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Trump bahkan menyebut kontak langsung itu akan terjadi setelah jeda lebih dari tiga dekade.

“Saya mencoba menciptakan ruang bernapas antara Israel dan Lebanon. Sudah sekitar 34 tahun sejak kedua pemimpin berbicara,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)

Di tengah ketegangan, upaya diplomasi internasional terus berjalan.

Amerika Serikat dan Prancis dilaporkan mengajukan proposal gencatan senjata selama 21 hari untuk membuka jalan negosiasi politik.

Namun, situasi di lapangan masih memanas. Serangan terbaru dilaporkan terjadi di wilayah selatan Lebanon, sementara Israel mempertimbangkan opsi gencatan senjata jangka pendek.

Dalam pernyataan terpisah, Netanyahu menegaskan operasi militer Israel terus berlanjut, termasuk di wilayah strategis seperti Bint Jbeil.

Baca Juga: Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

Netanyahu menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya menutup lingkaran historis terhadap kekuatan Hizbullah.

“Kami berada di ambang menghancurkan salah satu simbol utama mereka,” ujar Netanyahu.

Netanyahu juga menegaskan Israel siap melanjutkan operasi militer dengan intensitas tinggi jika diperlukan.

Di sisi lain, pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Lebanon masih berlangsung di Washington.

Netanyahu mengklaim keterbukaan Lebanon untuk berdialog terjadi karena tekanan militer yang terus meningkat.

Load More