- Presiden Lebanon Joseph Aoun menolak ajakan berdialog dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui mediator Amerika Serikat.
- Keputusan tersebut membatalkan rencana pertemuan bersejarah yang sebelumnya diupayakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi kedua negara.
- AS dan Prancis mengajukan proposal gencatan senjata 21 hari, namun operasi militer Israel di Lebanon tetap terus berlangsung.
Suara.com - Presiden Lebanon Joseph Aoun dilaporkan menolak melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Sikap ini disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Laporan media Lebanon menyebut keputusan tersebut memupus rencana pertemuan bersejarah yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Trump bahkan menyebut kontak langsung itu akan terjadi setelah jeda lebih dari tiga dekade.
“Saya mencoba menciptakan ruang bernapas antara Israel dan Lebanon. Sudah sekitar 34 tahun sejak kedua pemimpin berbicara,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Di tengah ketegangan, upaya diplomasi internasional terus berjalan.
Amerika Serikat dan Prancis dilaporkan mengajukan proposal gencatan senjata selama 21 hari untuk membuka jalan negosiasi politik.
Namun, situasi di lapangan masih memanas. Serangan terbaru dilaporkan terjadi di wilayah selatan Lebanon, sementara Israel mempertimbangkan opsi gencatan senjata jangka pendek.
Dalam pernyataan terpisah, Netanyahu menegaskan operasi militer Israel terus berlanjut, termasuk di wilayah strategis seperti Bint Jbeil.
Baca Juga: Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
Netanyahu menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya menutup lingkaran historis terhadap kekuatan Hizbullah.
“Kami berada di ambang menghancurkan salah satu simbol utama mereka,” ujar Netanyahu.
Netanyahu juga menegaskan Israel siap melanjutkan operasi militer dengan intensitas tinggi jika diperlukan.
Di sisi lain, pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Lebanon masih berlangsung di Washington.
Netanyahu mengklaim keterbukaan Lebanon untuk berdialog terjadi karena tekanan militer yang terus meningkat.
Berita Terkait
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Picu Kontroversi, Alasan di Balik Unggahan Foto Donald Trump Bergaya Mirip Yesus
-
Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
-
Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi
-
Lebih Efisien dari BBM, Seberapa Efektif Truk Listrik Kurangi Emisi?