Kabar bahagia datang dari ayah korban penganiayaan anak eks pejabat pajak Mario Dandy, Jonathan Latumahina yang menyampaikan kabar terkini dari kondisi putranya yakni David Ozora. Dalam media sosial Twitternya, Jonathan menjelaskan kondisi sang anak yang sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Kondisi David saat ini masih perlu terapi kognitif dan motorik selama 6 bulan kedepan. Karena masa kritisnya sudah terlalui, tim dokter merujuk untuk lanjut perawatan di rumah (homecare)," tulis ayah David.
David diperbolehkan pulang pada Minggu (16/4/2023) setelah mendapatkan izin dari Rumah Sakit Mayapada untuk pulang atau menjalani perawatan di rumah.
Disebutkan oleh seorang dokter yang turut merawat David, yakni Tatang, kondisi David sudah jauh lebih membaik meskipun masih belum 100 persen, tetapi ia menyebut kondisinya jauh lebih baik.
Lebih lanjut, Tatang menjelaskan meskipun David sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, tetapi David masih tetap harus menjalani perawatan dengan pemantauan perawat dan dokter.
"Jadi (David) kita pulangkan hari ini itu karena dari segi motoriknya jauh lebih membaik. Kognisinya juga membaik walaupun belum 100 persen mendekati normal, tetapi ini sudah jauh membaik dibanding kondisi (David) saat koma," kata Yeremia.
Tatang juga menjelaskan perkembangan baik dari David, dimana saat ini David sudah bisa makan, minum, hingga bermain gadget.
Perawatan Homecare
Meskipun David bisa pulang, bukan berarti standar perawatan, terapi, dan juga kunjungan untuk David Ozora mengendur.
David menjalani homecare layaknya di ruang ICU. Tim perawat akan menjaga David selama 24 jam, kunjungan dokter, okupasi terapi, fisioterapi, terapi wicara, pemasangan bed standar perawatan RS, oksigen concentrate, dan juga monitor EKG.
Dipantau Perawat 24 Jam
Davi tetap mendapatkan perawatan dan tetap dipantau selama 24 jam oleh perawat yang sengaja didatangkan.
Jonathan Latumahina sendiri masih belum menjelaskan secara lebih dalam terkait dengan waktu yang pasti kapan David Ozora akan menjalani perawatan di rumah. Namun, yang pasti meskipun mendapatkan perawatan di rumah, David Ozora tidak bisa dikunjungi dengan bebas.
Sulap Kamar Bak ICU
Dalam akun Twitternya tersebut, Jonathan menjelaskan bahwa sebelum ia pulang, kamar pribadi dari David Ozora disulap terlebih dahulu menjadi ruang ICU. Tak lupa ia juga mengunggah potret kamar putranya yang disulap bak ruang ICU standar rumah sakit.
Berita Terkait
-
Wih! David Ozora Dikawal Oleh Kelompok Ini Saat Perjalanan Pulang Ke Rumah: Mario Dandy Berani Nggak?
-
Terlibat Kasus Penganiayaan Terhadap David Ozora, Pelaku AG Banding Divonis 3,5 Tahun
-
Korban Penganiayaan David Ozora Siapkan Tuntutan Ganti Rugi Rp1 Miliar
-
Momen Unik Rombongan Moge Kawal Kepulangan David Ozora, Mario Dandy Disentil Netizen
-
David Ozora Sudah Pulang Ke Rumah, Kamar Disulap Bak ICU Rumah Sakit
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi
-
Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?
-
Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz
-
Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga
-
Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal
-
Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar
-
Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun
-
Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat
-
Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!