Suara.com - Bambang Tri Mulyono divonis 6 tahun penjara terkait tuduhan ijazah palsu Presiden Jokowi. Dia dinyatakan bersalah karena menyebarkan berita bohong yang dengan sengaja menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.
Vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Solo tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta Bambang Tri dihukum 10 tahun penjara.
Simak lika-liku perjalanan Bambang Tri Mulyono dari gugat Jokowi sampai divonis 6 tahun penjara terkait kasus ijazah palsu Jokowi berikut ini.
Gugat Jokowi soal tudingan pakai ijazah palsu
Bambang Tri Mulyono juga menggugat dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 3 Oktober 2022 lalu. Gugatan itu soal tudingan ijazah palsu yang digunakan Jokowi ketika daftar pemilihan presiden pada periode 2019-2024.
Hal itu bermula ketika Bambang Tri bertemu dengan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur dalam podcast di kanal YouTube Gus Nur 13 Official. Dalam podcast tersebut keduanya membahas ijazah Presiden Jokowi yang diduga palsu.
Gugatan dicabut
Namun gugatan terkait ijazah palsu Jokowi itu dicabut. Alasannya karena Bambang Tri ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Ketika itu Bambang Tri memang ditahan di kasus berbeda, yakni penistaan agama dan ujaran kebencian. Bersama Gus Nur, Bambang Tri ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama serta ujaran kebencian.
Kasus itu terkait video YouTube "Gus Nur: Mubahalah Bambang Tri Di Bawah Al-Qur'an". Dalam video itu, keduanya melakukan tindakan mubahalah yang kemudian berujung laporan polisi di Bareskrim Polri pada (29/9/2022).
Bambang Tri kemudian ditangkap penyidik Distribusi Bareskrim Polri di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis (13/10/2022).
Dijatuhi vonis 6 tahun penjara
Namun meski gugatan dicabut, Bambang Tri dijatuhi vonis 6 tahun penjara. Dia dinayatakan terbukti bersalah menyebarkan ujian kebencian terkait jazah palsu Presiden Jokowi sampai menimbulkan keonaran.
Putusan vonis Bambang Tri ini dibacakan majelis hakim PN Solo pada Selasa (18/4/2023) kemarin. Sama seperti Bambang Tri, Gus Nur juga divonis 6 tahun penjara karena dianggap bersalah telah menyebarkan berita bohong soal tuduhan ijazah palsu Jokowi.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Ikut Perjalanan Kenegaraan Jokowi ke Jerman, Warganet Pertanyakan Kapasitasnya
-
Peneliti SMRC Sebut Jokowi dan Mega Akan Satu Suara Usung Ganjar
-
Jokowi dan Kanselir Jerman Resmikan Paviliun Indonesia Bertema Kapal Pinisi di Hannover Messe 2023
-
CEK FAKTA: Benarkah Erina Gudono Hamil Setelah Kaesang Pangarep Ajak Berobat ke Ibu Ida Dayak?
-
Begini Momen Jokowi Ajak PM Ceko Ngabuburit ke Kebun Raya Bogor
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?