Dia berenang selama 30 jam sampai dia melihat adanya daratan dan menuju ke sana.
Beruntungnya daratan itu adalah Bedwell Island, di mana dia bertemu awak kapal nelayan Express.
Musibah menjelang Lebaran
Ibu dari salah seorang awak kapal Putri Jaya yang hilang mengatakan terkejut dengan berita ini apalagi terjadi menjelang Lebaran.
Kusmawati mengatakan anaknya yang berusia 27 tahun, Yamin Pulling, hilang.
"Sebagai orangtua, saya sedih sekali. Ini menjelang Lebaran dan dia tidak bersama kami, saya sangat terguncang," katanya.
"Saya meminta pertolongan kepada pemerintah Australia untuk mencari dan menemukan dia karena dia tulang punggung keluarga dan satu-satunya harapan kami.
"Sebelum pergi, Yamin mengatakan kepada saya dia akan pergi ke Australia untuk menangkap ikan.
"Dia ingin memberikan uang kepada saya, orangtuanya, memberikan uang untuk merayakan Idul Fitri namun sekarang dia terkena musibah.
Susahnya upaya penyelamatan
Gordon Watt dari perusahaan PHI Aviation yang mengirimkan helikopter untuk mengevakuasi para nelayan dari Bedwell Island mengatakan mereka harus membuat tenda darurat di pantai tidak jauh dari lokasi terdamparnya kapal Express.
Baca Juga: Carlos Sainz Tak Ambil Pusing dengan Keputusan FIA Soal Penalti GP Australia
Dia mengatakan para nelayan tersebut "sangat bersyukur" ketika tim PHI Aviation tiba.
"Mereka yang selamat ini mengatakan mereka memerlukan air minum dan makanan," katanya.
"Mereka sudah berada di sana selama beberapa hari dalam situasi yang rawan tanpa makanan dan air.
"Mereka senang sekali melihat tim kami yang membawa mereka ke daratan di Australia."
Watt mengatakan upaya penyelamatan sulit dilakukan karena mereka tiba ketika hari gelap dan helikopter tidak bisa mendarat di pantai berpasir sehingga mereka harus menaikkan semua awak nelayan itu dengan tali.
"Jadi ini sangat menantang bagi para awak kami melakukan penyelamatan dan kami senang bahwa bisa membawa mereka dengan aman kembali ke Broome," katanya.
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.
Berita Terkait
-
Carlos Sainz Tak Ambil Pusing dengan Keputusan FIA Soal Penalti GP Australia
-
Tim Mahfud MD Datangi Keluarga Bima, Pastikan Keamanan Keluarga Hingga Lakukan Investigasi
-
Inspiratif, Rekam Jejak Akademis TikToker Bima: Kuliah di Aussie sambil Kerja di IKEA
-
Kapal Karam Dihantam Siklon Ilsa, 11 Nelayan Indonesia Terdampar Di Pulau Terpencil Australia
-
FIA Tolak Banding Ferrari atas Penalti Carlos Sainz di F1 GP Australia
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
3 Contoh Teks Sambutan Ketua RT untuk Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Singkat dan Berkesan!
-
UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan
-
Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka
-
Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari
-
OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!
-
CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026
-
Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar
-
Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa