Suara.com - Ketupat, menjadi salah satu hal paling umum ditemukan saat waktu lebaran tiba. Hal serupa juga berlaku pada perayaan Idul Fitri 2023 ini, dimana hampir setiap rumah pasti memiliki persediaan ketupat yang cukup banyak. Tapi tidakkah Anda penasaran bagaimana sebenarnya asal-usul ketupat lebaran itu?
Ketupat sendiri sering dijadikan makanan utama dengan pendamping berbagai lauk. Mulai dari opor ayam, rendang, sambal goreng ati, olahan kentang, dan berbagai santapan lezat lainnya. Namun ternyata jejak ketupat pertama bisa ditarik hingga jauh ke abad 15, saat pemerintahan Kerajaan Demak.
Asal-Usul Ketupat Lebaran
Dilansir dari berbagai sumber, ketupat pertama kali muncul di Jawa pada abad ke-15. Di masa pemerintahan Kerajaan Demak, Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat untuk pertama kalinya dalam rangka berdakwah dan menyebarkan ajaran agama Islam di Jawa.
Pendekatan budaya yang digunakan ini dilakukan agar penyebaran yang dilakukan juga berjalan lancar. Masyarakat Jawa kala itu, bisa menerima kehadiran ajaran agama Islam yang disebarkan Sunan Kalijaga dengan perantara budaya, salah satunya ketupat.
Dalam penyebaran ajaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga, beliau juga mengenalkan istilah Bakda, yang artinya ‘setelah’. Terdapat dua jenis Bakda, yakni Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.
Bakda Lebaran sendiri merupakan hari raya Idul Fitri, seperti yang sedang dirayakan saat ini, dan Bakda Kupat adalah hari raya bagi yang melaksanakan puasa syawal selama enam hari, setelah satu minggu Lebaran tiba.
Seiring berjalannya waktu, ketupat kemudian dihubungkan sebagai simbolisasi ungkapan dalam bahasa Jawa. Yakni berasal dari kata Ku atau Ngaku, yang berarti ‘mengakui’ dan Pat, atau Lepat, yang berarti ‘kesalahan’. Cukup menarik bukan cocoklogi yang terjadi seiring berjalannya waktu ini?
Tradisi Sungkeman
Baca Juga: Lebaran Jumat, Ternyata Wirda Mansur Ikut Aliran Mansuriyah: Kami Ada Kalender Sendiri
Selain memahami asal-usul ketupat yang dijelaskan di atas tadi, tradisi sungkeman juga menjadi hal wajib ketika merayakan Idul Fitri. Sungkeman dilakukan dengan bersimpuh di hadapan orang tua sambil meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan, dan mohon doa restu agar semua yang dilakukan ke depan bisa menjadi lebih lancar.
Sebenarnya mungkin masih banyak cocokologi lain yang bisa digunakan dalam menjelaskan asal-usul ketupat lebaran sendiri. Namun secara garis besar, ketupat selalu menjadi simbolisasi permohonan maaf, perayaan, selebrasi, dan kebersamaan.
Semoga artikel singkat mengenai asal-usul ketupat ini bisa menjadi artikel yang bermanfaat, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda, selamat berlebaran!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Megawati Tidak Gelar Open House Idul Fitri, Tapi Rayakan Lebaran dengan Keluarga dan Elite PDIP
-
Catat! Aturan Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan hingga 25 April Mendatang
-
Hukum Uang Lebaran Anak Dititipkan Orang Tua Menurut Buya Yahya
-
Lebaran Hari Pertama, Satu Per Satu Elite PDIP Sambangi Rumah Megawati di Teuku Umar
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Geger! Kambing Kurban Mati Dibuang di Trotoar Cempaka Putih, PPSU Turun Tangan
-
Hari Lansia Nasional 2026: Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Lansia
-
GMS Pusat Sesalkan Pembubaran Paksa Ibadah di Bantul, Jemaat Anak-anak Ikut Terdampak
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Pringsewu Cari Lahan Sekolah Rakyat
-
Muncul Isu Pocong Palsu di Banten, Polisi Siaga Antisipasi Modus Kejahatan
-
MK Tegaskan Kuota 30 Persen Perempuan Wajib! Parpol Melanggar Siap-siap Digugurkan dari Pemilu
-
Tiap Dapur SPPG Wajib Layani Minimal 300 Ibu dan Balita, Melanggar? Insentif Rp6 Juta Melayang!
-
Dari Video Viral ke Laporan Polisi: Mengapa Konflik GRIB Jaya dan Ahmad Bahar Terus Membesar?
-
Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!