Suara.com - Husein Ali Rafsanjani mungkin tidak pernah menyangka kalau dirinya akan meninggalkan jabatan sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Hal itu diduga disebabkan karena dugaan adanya intimidasi dan ancaman yang ia terima setelah melaporkan pungutan liar (pungli) yang ia alami ketika mengikuti Pelatihan Dasar CPNS pada Oktober 2021 lalu.
Ketika itu, Husein mengaku dimintai uang sebesar Rp270 ribu sebagai ongkos transportasi, meski dirinya datang ke lokasi pelatihan menggunakan motor pribadi.
Merasa janggal dengan uang tersebut, ia coba menanyakan mengenai hal tersebut ke pelaksana pelatihan. Namun, ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan. Karena menganggap uang tersebut merupakan pungli, Husein akhirnya memutuskan untuk melapor ke laman lapor.go.id.
Semua itu ia ungkapkan dalam sebuah video yang ia unggah di akun TikTok pribadinya @husein_ar dan lantas menjadi viral. Usai melaporkan, Husein mengaku menerima sejumlah ancaman dan intimidasi dari sejumlah orang setelah videonya viral.
Tak hanya itu, ia juga menerima kecaman atas laporannya itu, termasuk digrup WhatsApp Kabupaten Pangandaran.
"Dibilang di grup Kabupaten itu kalau misalnya nggak nurunin laporan, SK satu Kabupaten tidak akan turun, semua nyerang saya. Semua nyerang karena mereka nggak tahu masalahnya, mereka cuma tahu Husein harus nurunin laporan. Akhirnya jadi beban saya nurunin lah," ungkap Husein dalam Instagramnya, seperti dikutip pada Kamis (11/5/2023).
Adapun platform yang digunakan Husein untuk melaporkan pungutan liar tersebut adalah lapor.go.id.
Lapor sendiri merupakan singkatan dari Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. Platform ini memang sengaja dibuat untuk mengintegrasikan system pengaduan publik dalam satu pintu.
Baca Juga: Viral Kasus ASN Guru Pangandaran Mundur karena Laporkan Pungli, Susi Pudjiastuti Ikut Turun Tangan
Adapun cakupan dari platform lapor.go.id ini adalah skala nasional dalam beberapa kanal pengaduan, yakni laman www.lapor.go.id, SMS 1708 (Telkomsel, Indosat, 3), Twitter @lapor1708 serta aplikasi mobile (Android dan iOS).
Semua kanal pengaduan tersebut bisa diakses oleh siapa saja yang ingin membuat laporan. Jika khawatir identitas Anda terungkap, pelapor bisa menyembunyikan identitasnya dengan opsi anonim.
Cara Lapor di lapor.go.id
- Masuk ke laman Lapor.go.id
- Pada kolom klasifikasi laporan, pilih opsi Pengaduan, Aspirasi, dan Permintaan Informasi
- Berikutnya ketik judul laporan dan isi laporan
- Masukkan juga tanggal dan lokasi kejadian
- Pilih instansi yang dituju
- Pilih juga kategori laporan
- Unggah lampiran terkait laporan
- Pilih opsi anonim atau rahasia
- Klik tombol Lapor!
Adapun masalah-masalah yang dapat dilaporkan melalui lapor.go.id adalah yang meliputi dengan pelayanan publik, seperti pelayanan transportasi publik, layanan instansi pemerintah hingga dugaan korupsi.
Demikian tadi ulasan mengenai cara melapor melalui platform pengadua lapor.go.id. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Pasca Viral, Husein Guru ASN Pangandaran Bertemu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil Kasih Opsi Pindah Mengajar di SMA
-
Mantap! Susi Pudjiastuti Telepon Bupati Pangandaran untuk Tindak Lanjuti Kasus Pungli terhadap ASN
-
Guru ASN Pangandaran Viral Gegara Ungkap Pungli, Ini Profil Husein Ali Rafsanjani
-
Viral Kasus ASN Guru Pangandaran Mundur karena Laporkan Pungli, Susi Pudjiastuti Ikut Turun Tangan
-
Profil Dani Hamdani, Kepala BKPSDM Pangandaran Sebut Guru yang Lapor Pungli Tak Lolos Tes Kejiwaan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?