Suara.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berencana menemui Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno. Cak Imin menyebut pertemuan dengan Try Sutrisno akan digelar pada Sabtu (20/5/2023).
Hal itu disampaikan Cak Imin seusai kunjungannya ke rumah Wakil Presiden RI ke-11 Boediono.
"Saya dijadwalkan (bertemu) Pak Try besok Sabtu," ujar Cak Imin di kediaman Boediono di Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2023).
Politikus yang ngarep jadi Cawapres Parabowo Subianto ini mengatakan pertemuan itu digelar pukul 10.00 WIB di kediaman Try Sutrisno.
"Jam 10 di rumah beliau," ucapnya.
Seperti diketahui, Cak Imin mendatangi kediaman dinas Wakil Presiden RI ke-11 Boediono di Jalam Jambu, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini.
Dalam kunjungan itu, Boediono menilai Ketua Cak Imin cocok untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024.
Boediono menyebut Cak Imin merupakan seorang politisi ulung. Oleh sebab itu, Boediono tidak banyak memberikan nasihat politik kepada Cak Imin.
"Beliau ini kan politikus yang sudah pengalamannya luar biasa, saya enggak pada tempatnya untuk memberi nasihat," kata Boediono setelah pertemuan.
Baca Juga: Sebut PKB, Golkar dan Gerindra Bikin Koalisi Baru, Cak Imin: Bakal Semakin Kuat
Boediono mengatakan Cak Imin memang pantas diusung maju sebagai cawapres. Dia berharap pemilu yang akan datang bisa berjalan secara adil.
"Cocok (jadi cawapres). Nanti saya harapkan ini kompetisinya ini fair," ungkap Boediono.
Sementara itu, Cak Imin menjelaskan jika pertemuannya dengan Boediono tidak melulu mengulas politik. Cak Imin mengatakan Boediono enggan membicarakan politik.
"Beliau selalu kalau diajak ngomong politik, 'saya nggak ikut-ikut politik' haha," kata Cak Imin sambil tertawa.
Meski begitu, Cak Imin menyebut dirinya mendapat banyak pelajaran dari Boediono khususnya dalam bidang ekonomi.
"Pengalaman beliau yang luar biasa menjadi pelajaran buat saya, buat kita semua sebagai seorang ekonom, akademisi lalu terjun di pemerintahan ketemu dengan politik," kata Cak Imin.
Berita Terkait
-
Cak Imin Yakin Golkar Tak Akan Gabung PDIP Dukung Ganjar
-
Cak Imin Sebut akan Ada Koalisi Baru Bareng Gerindra dan Golkar
-
Eks Wapres Boediono Sebut Cak Imin Cocok Maju Jadi Cawapres di 2024
-
Pendapat Cak Imin Tentang Nasaruddin Umar yang Digadang-gadang Jadi Bakal Cawapres Ganjar; Orangnya Cool
-
Sebut PKB, Golkar dan Gerindra Bikin Koalisi Baru, Cak Imin: Bakal Semakin Kuat
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439