Suara.com - Viral di media sosial emak-emak yang diketahui berasal dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), memamerkan tumpukan uang arisan. Tak main-main, gunungan uang arisan tersebut ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.
Pemandangan tumpukan uang itu membuat kantor Wilayah direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Sulawesi, Barat dan Tenggara atau Sulselbartra, langsung bergerak untuk menyelidiki hal tersebut.
Adapun pesta arisan itu diduga diselenggarakan di salah satu kafe yang ada di Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Video arisan viral di media sosial
Arisan yang dilakukan oleh sekumpulan ibu-ibu sosialita tersebut terekam oleh kamera ponsel hingga viral di media sosial.
Dalam video yang beredar tersebut, tampak seorang wanita dengan jilbab putih menggoyangkan toples yang berisi nama-nama peserta arisan.
Tumpukan duit
Dalam video viral tersebut, terlihat sejumlah emak-emak yang diduga peserta arisan duduk dan merekam pesta mewah tersebut.
Tumpukan uang dalam jumlah yang banyak juga menghiasi meja arisan, baik pecahan Rp 50 ribu dan juga Rp 100 ribu. Diperkirakan total tumpukan uang dua pecahan itu mencapai Rp 2,5 miliar.
Baca Juga: Cek Fakta: Geger, Wanita Jadi Khotib Jumat di Ponpes Al Zaytun Viral
Pengusaha produk kecantikan di Makassar
Menurut informasi yang beredar di media sosial, emak-emak Sultan yang berada dalam video tersebut adalah pengusaha produk kecantikan yang ada di Makassar.
Unit Kerja Ditjen Pajak beraksi
Plt Kabid P2Humas Kanwil DJP Sulsebartra Alimuddin Lisaw mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui pasti waktu arisan tersebut dilaksanakan.
Ia juga mengatakan pihaknya masih belum bisa mengungkap langkah penindakan selanjutnya. Apalagi pihak Ditjen Pajak hingga sekarang juga masih mengumpulkan keterangan dan informasi dari berbagai pihak terkait arisan tersebut.
Selanjutnya, arisan yang digelar emak-emak sosialita bakal dipantau Ditjen Pajak sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Selain itu, arisan yang viral tersebut juga bakal ditindaklanjuti oleh unit kerja di bawah Ditjen Pajak atau kantor pelayanan pajak (KPP) setempat.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Geger, Wanita Jadi Khotib Jumat di Ponpes Al Zaytun Viral
-
Viral Sujud Syukur Timnas Indonesia U-22 Ternyata Makruh Menurut Pandangan Islam, Benarkah?
-
Nasihat Quraish Shihab untuk Desta dan Natasha yang Kerap Berbeda Pendapat: Jangan Paksakan Kehendak
-
Viral Lagi Video Ayu Aulia yang Suka Pria Beristri, Netizen Kutip Ucapan Inara Rusli: Pelakor Cuma Cukup Gak Tahu Diri
-
Tes Kepribadian: Apa yang Anda Lihat Pertama Kali akan Mengungkap Kepribadian Anda yang Sesungguhnya
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi