Suara.com - Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan semakin keras mengomentari berbagai masalah yang terjadi di Indonesia belakangan ini.
Menurut Anies, sejumlah permasalahan yang ada di Indonesia tidak terlepas dari keberadaan para mafia yang membelit lembaga negara.
Lembaga negara yang seharusnya netral, kata Anies, kini malah menjadi lahan untuk mencari keuntungan pribadi para oknumnya.
Salah satunya ia menyinggung mengenai Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Menurut dia, keberadaan mafia di tubuh Polri telah membuat lembaga tersebut kerap menjadi perhatian publik terkait kasus-kasus yang terjadi di dalamnya.
Sentil kasus Ferdy Sambo
Kasus-kasus yang disinggung Anies di antaranya adalah kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua atau Brigadir J. Peristiwa itu terjadi pada pertengahan 2022 lalu dan melibatkan Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena cukup pelik dan berliku, sehingga butuh waktu berbulan-bulan untuk membawanya ke pengadilan hingga diketuk vonis mati untuk Sambo.
"Jadi, kita menyaksikan ketika peristiwa mafia-mafia ini, ada polisi jenderal membunuh anak buahnya," ujar Anies Baswedan menegaskan di Senayan, Jakarta pada Minggu (21/5/2023).
Singgung kasus Teddy Minahasa
Baca Juga: Tolak Pindah Rusun! Warga Kampung Bayam Korban Gusuran Era Anies Cueki Tawaran Pemkot Jakut
Ada juga kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Teddy Minahasa.
“Terkuak ada jenderal membunuh, ada (polisi) yang menyelundupkan narkoba,” ujar Anies.
Sentil kinerja Kapolri
Keberadaan mafia tersebut harus segera mendapatkan respons dari aparat penegak hukum. Menurut Anies, aparat tidak boleh lamban dalam menindaknya.
Karena itulah, lanjut Anies, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus bekerja keras untuk menjaga citra kepolisian dan memberantas mafia yang ada di tubuh Polri.
"Kapolri punya tugas ekstra berat mengembalikan kepercayaan publik atas peristiwa-peristiwa mafia ini," sentilnya.
Berita Terkait
-
Tolak Pindah Rusun! Warga Kampung Bayam Korban Gusuran Era Anies Cueki Tawaran Pemkot Jakut
-
Cek Fakta: Dihamili Kuat Ma'ruf di Penjara, Ternyata Putri Candrawathi Selingkuh dengan Sopir, Benarkah?
-
Disebut Caper Kritik Jokowi, PDIP Skakmat Anies: Apa yang Bisa Dibanggakan? Lampu Pernak-Pernik?
-
CEK FAKTA: Ferdy Sambo Tulis Surat Wasiat, Titip Anak dan Istrinya yang Akan Menjanda
-
Anies Baswedan Minta Relawan Lapor Polisi: Tunjukkan Siapa Menghargai Pendapat dan Aspirasi
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan
-
Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan
-
Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran
-
Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat
-
Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat
-
Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas
-
Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang