Suara.com - Kasus persetubuhan bergilir yang menyebabkan RO (15), remaja perempuan asal Parigi Moutong hingga mengalami gangguan pada rahimnya kembali diusut oleh Polda Sulawesi Tengah (Sulteng).
RO yang awalnya menjadi relawan di daerah tersebut malah menjadi korban persetubuhan oleh para pelaku yang tinggal di daerah tersebut. Setelah menangkap 5 orang pelaku persetubuhan dari 11 orang yang diduga ikut menyetubuhi RO ini, pihak Polda Sulteng pun melakukan investigasi mendalam atas kasus ini.
Beberapa fakta pun dibeberkan pihak Polda Sulteng sambil meluruskan apa yang dianggap simpang siur di masyarakat.
Lalu, apa saja fakta terbaru pasca penangkapan pelaku? Simak inilah selengkapnya.
1. Kapolda Sulteng luruskan kalimat pemerkosaan
Setelah sebelumnya RO diduga menjadi korban pemerkosaan oleh 11 orang pelaku, Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho pun meluruskan kalimat "pemerkosaan" yang beredar di berbagai media menjadi "persetubuhan" karena menganggap tindakan tak terpuji yang dilakukan 11 orang pelaku tersebut tidak dilakukan dengan ancaman.
2. Ungkap intensitas pelaku setubuhi korban
Kapolda Sulteng pun mengungkap bahwa pihaknya sudah melakukan investigasi mendalam atas kasus ini, termasuk pengakuan 5 orang pelaku yang sudah ditangkap. Dari pengakuan para pelaku.
Masing-masing pelaku mengaku sudah menyetubuhi korban lebih dari 1 kali, dimana pelaku MT menyetubuhi korban sebanyak 2 kali, pelaku ARH melakukan sebanyak 6 kali, AR melakukan sebanyak 4 kali, pelaku AK melakukan sebanyak 4 kali, dan pelaku HR melakukan sebanyak 2 kali.
3. Masih lakukan pemeriksaan ke terduga polisi
Di antara para pelaku yang berprofesi sebagai petani, pegawai, guru SD, hingga kepala desa, Polda Sulteng pun juga menangkap terduga pelaku lain berinisial MPS yang merupakan anggota Polri. Namun, MPS sendiri masih menjalani pemeriksaan dan sudah ditahan di Mako Brimob Sulteng.
4. Persetubuhan dilakukan di berbeda-beda tempat
Persetubuhan yang awalnya diduga dilakukan secara bergilir ini diungkap pihak Polda Sulteng dilakukan masing-masing pelaku di tempat yang berbeda-beda. Total, ada 7 TKP yang diungkap pihak Polda Sulteng, yaitu di rumah pelaku AK, di kantor sekretariat desa, di 3 buah penginapan, di pinggir sungai hingga di rumah pondokan di sekitar Parigi.
5. Polisi masih lakukan pengejaran
Dari 5 orang pelaku yang sudah ditangkap dan lainnya terdeteksi keberadaannya, pihak Polda Sulteng berkomitmen untuk terus mengejar 3 orang pelaku lain yang masih buron. Para pelaku akan diadili nantinya dan terancam hukuman 15 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Gadis ABG Dirudapaksa 11 Orang Menurut Polda Sulteng Bukan Kasus Pemerkosaan, Publik: Astagfirullah, Ya Allah
-
Polda Sulawesi Tengah: Bukan Pemerkosaan, Tapi Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur
-
Pemerkosa Anak 16 Tahun Parigi Moutong Melarikan Diri, Polda Sulteng: Tiga DPO
-
Update Terkini Kasus ABG 16 Tahun Diperkosa 10 Pria Cabul: 7 Pelaku Ditangkap, 3 Buron
-
Durhaka! Gelap Mata Karena Harta, Pria Morowali Tega Bunuh Ibu Kandung Sendiri, Mulut Dibekap Disumpal Kain
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
-
4 HP Snapdragon Paling Murah Terbaru 2025 Mulai Harga 2 Jutaan, Cocok untuk Daily Driver
Terkini
-
Masyarakat Apresiasi Gerak Cepat Bina Marga Pulihkan Jembatan Lawe Mengkudu 1
-
Komitmen Dukung Konektivitas, Bina Marga Telah Pulihkan 10 Titik Jembatan Terdampak di Aceh
-
Bicara Progres Penanganan Bencana, Ini Ultimatum Prabowo ke Pelanggar Hukum
-
Duduk Bareng Warga Batang Toru di Malam Tahun Baru, Prabowo Pesan 'Tidak Boleh Merusak Alam'
-
Kado Kemanusiaan dari Bundaran HI: Warga Jakarta Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra
-
Wali Kota Hasto Pasang Target Jam 2 Dini Hari Sampah Malam Tahun Baru di Kota Jogja Sudah Bersih
-
Bundaran HI Jadi Lautan Manusia, Pesta Kembang Api Tetap Hiasi Langit Penghujung Tahun Ibu Kota
-
Polisi Berkuda Polri Jaga Monas di Malam Tahun Baru, Warga Antusias hingga Antre Foto
-
Ogah Terjebak Macet, Wali Kota Jogja Pilih Naik Motor Pantau Keramaian Malam Tahun Baru
-
Malam Tahun Baru di Bundaran HI Dijaga Ketat, 10 K-9 Diterjunkan Amankan Keramaian