Suara.com - Pengacara Mario Dandy Satriyo, Andreas Nahot Silitonga, membantah kliennya mendapat perlakuan khusus selama ditahan di Lapas Salemba, Jakarta Pusat. Isu mendapat perlakuan khusus tidak terlepas karena Mario anak dari mantan pejabat pajak Rafael Alun.
"Keadaan Mario sebetulnya saya juga perlu ada sedikit klarifikasi ya terhadap perlakuan istimewa yang dikatakan sudah diterima Mario selama ini. Itu sebenarnya tidak demikian, apalagi kaitannya setelah tahap dua ini," kata Andreas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (6/6/2023).
Andreas menyayangkan Mario dipindahkan ke Lapas. Sebab Lapas Salemba merupakan tempat bagi para terpidana bukan terdakwa.
"Pertama-tama kami pikir itu di rutan ternyata itu di Lapas. Lapas itu kan sebenarnya tempat untuk orang yang sudah dieksekusi ya oleh putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap," ujarnya.
Andreas sempat mempertanyakan pemindahan penahanan Mario kepada jaksa. Kekinian, Andreas menyebut Mario ditahan di sel isolasi bersama 10 tahanan lainnya.
"Dijawab bahwa jaksa pun pada saat itu menerima dari rutannya sendiri bahwa ini harus dipindahkan karena masalah tingkat okupansi yang sangat tinggi di Cipinang," ucapnya.
"Nah sehingga Mario pun sekarang ini sudah masuk ke dalam isolasi seperti tahanan-tahanan lain di dalam ruangan 3x3 bersama 10 orang," sambungnya.
Kondisi Psikis Mario
Sebelumnya, Andreas Nahot Silitonga, membeberkan kondisi kliennya selama ditahan di Lapas Salemba oleh jaksa penuntut umum (JPU).
Baca Juga: Nggak Ada Habisnya! KPK Kembali Sita Harta Rafael Alun Di Jawa Tengah
Andreas menyampaikan Mario merasa bersalah. Sebab akibat perbutannya ke David Ozora, ayahnya Rafael Alun Trisambodo ditahan oleh KPK.
"Siapa sih yang nggak tertekan oleh perbuatannya? Ayahnya yang membesarkan dia harus mendekam di penjara," ujar Andreas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (6/6/2023).
"Begitu kasus ini diungkap, bapaknya ditangkap polisi, hartanya disita semua, bisa dibayangkan, rasa bersalahnya seperti apa," imbuhnya.
Andreas lalu berbicara mengenai kondisi psikis Mario selama ditahan di lapas. Menurutnya, ada berbagai reaksi dari seseorang yang sedang ditahan. Dia tidak menggambarkan secara gamblang bagaimana kondisi psikis Mario.
"Mungkin kalau misalnya, reaksinya ada yang macam-macam kok orang yang seperti itu. Ada yang menjadi depresi, murung, ada yang menjadi tertawa senyum sendiri dan banyak reaksi yang bisa terjadi," ujar Andreas.
"Nanti psikolog banyak bisa menerangkan hal tersebut," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Ayah David Ozora Soraki Mario Dandy di Ruang Sidang: Penguasa Jaksel!
-
Kompak Pakai Kaos 'Stay Strong #pray4shane' di PN Jaksel, Keluarga Shane Lukas: Biar Dia Kuat
-
Pengacara Ungkap Mario Dandy Tertekan Dan Merasa Bersalah Selama Ditahan Di Lapas Salemba
-
Nggak Ada Habisnya! KPK Kembali Sita Harta Rafael Alun Di Jawa Tengah
-
Dikawal Banser, Ayah David Ozora Datang ke Sidang Mario Dandy dan Duduk Paling Depan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut