Suara.com - Dukungan terhadap putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep yang bakal maju sebagai calon Wali Kota Depok, oleh Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, tak luput dari sindiran. PSI sendiri resmi menyatakan diri mendukung Kaesang dalam Pilkada 2024 mendatang.
Partai ini bahkan sudah memasang baliho di Jalan Margonda Raya dan sejumlah kadernya menggelar acara bersama para relawan untuk memastikan pendukungan tersebut.
Sementara itu, PDIP melontarkan sindiran terhadap dukungan yang digaungkan PSI untuk Kaesang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Depok Ikravany Hilman yang mengunggah video di sosial media berisi komentarnya untuk partai tertentu pada Senin (5/6/2023).
Dalam video berdurasi 1 menit 46 detik, ia berbicara di depan baliho Kaesang tentang program yang ditawarkan partai politik. PSI kemudian menanggapinya dengan ikut-ikutan menyindir.
PDIP Sebut PSI Dukung Kaesang Hanya untuk Dongkrak Suara
Dalam video tersebut, kameramen menanyakan Ikra sedang memikirkan apa karena terlihat pusing. Ikra kemudian menyindir sebuah partai yang dulu pernah menjanjikan pajak kendaraan gratis hingga masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup.
Padahal hasil surveinya, kata dia, ada di 3-4 persen saja. Lalu, setelah persentase itu meningkat, lanjutnya, partai tersebut tidak menang. Ia menilai orang-orang ditipu dengan janji-janji kampanye.
"Lagi mikirin dulu ada partai yang sebelum pemilu surveinya enggak sampai 4 persen (mengarah ke PKS), terus janjiin, kalau dia menang pajak kendaraan (akan) gratis, SIM seumur hidup, padahal cuma 3 sampai 4 persen. (Dapat 5-6 persen tapi tidak menang) Kan kasihan orang yang berharap SIM-nya gratis jadi ketipu," ucap Ikra dalam video tersebut.
Ikra melanjutkan jika sekarang juga ada partai yang menggunakan cara sama. Ia menyindir partai itu yang akan memenangkan Kaesang sebagai Wali Kota Depok, padahal targetnya hanya 6 kursi DPRD Kota Depok.
Baca Juga: Klaim Tak Pernah Tekan-tekan Jokowi, Megawati: Saya Ini Taat Aturan, Cara Nekannya Gimana?
Ia juga mempertanyakan mengapa PSI tidak mendukung Ketua Umum Giring untuk maju. Dengan begitu, ia menyimpulkan bahwa PSI memanfaatkan popularitas Kaesang demi mendongkrak suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Enam kursi gimana mau menang, tapi kan dia bikin gede-gede, kalau dia menang Kaesang wali kota. Sebetulnya memang ini fungsi partai melakukan pengkaderan, jangan sampai kegagalan pengkaderan mengambil jalan pintas, kenapa enggak Giring yang dimajukan di Depok, kenapa Kaesang," ujar Ikra.
Ikra menegaskan bahwa apa yang disampaikan bukan berarti tidak mendukung Kaesang maju sebagai Wali Kota Depok atau di wilayah mana pun. Ia hanya meminta kejelasan PSI tentang keterkaitan Kaesang dengan kemenangan mereka.
Menurutnya, PSI baru bisa menang jika memiliki target lebih dari 12 kursi, sehingga sesuatu yang tertulis dalam baliho tidak sesuai. Ia pun khawatir publik akan kembali ditipu dengan janji-janji seperti halnya SIM seumur hidup.
"Hak pilih semua orang, tapi kampanyenya jangan tipu-tipu. PSI menang atau tidak Kaesang tetap punya kesempatan untuk jadi Wali Kota Depok. Akui saja kalau (PSI) berharap dari popularitas orang lain untuk mendongkrak suara. Sekarang jelaskan apa hubungannya PSI menang dengan Kaesang wali kota. PSI menang itu harus lebih dari 12 kursi. Targetnya aja 6 kursi, berarti dia sendiri tahu kalau targetnya enggak menang, tapi kok berani ngomong begitu," katanya.
PSI Menilai PDIP Terancam
Berita Terkait
-
Klaim Tak Pernah Tekan-tekan Jokowi, Megawati: Saya Ini Taat Aturan, Cara Nekannya Gimana?
-
Tiket Timnas Indonesia vs Palestina Dijual Murah, Netizen Sentil Ganjar Pranowo dan Koster: Semoga Diborong!
-
Rakernas PDI Perjuangan Bikin Macet, Hasto Kristiyanto Beri Permohonan Maaf
-
Gerindra Siap Bekingi Kaesang, PSI Makin Girang: Bakal Koalisi Lagi Nih
-
Kompak! Megawati Pose Metal Bareng Jokowi, Ganjar hingga Puan Maharani di Rakernas PDIP
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai