Suara.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan atau PDIP, Megawati Soekarnoputri meresmikan Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati dan Kapal Kesehatan Rakyat.
Peresmian yang dilakukan oleh Megawati tersebut dilakukan di Kade Inggom, VVQ9+5M6, Pelabuhan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, DKI Jakarta, Sabtu (10/6/2023).
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, peresmian operasional kapal tersebut ditandai dengan pemecahan kendi.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan peluncuran Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati," kata Megawati sembari memecahkan kendi peresmian.
Adapun setelah itu, Megawati bersama rombongan terbatas lalu memasuki Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati.
Tampak Megawati didampingi oleh Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat meninjau isi kapal.
Megawati juga meninjau ruang operasi pasien. Setelah beberapa waktu meninjau kapal, Megawati ke luar kapal.
Ia kemudian menyerahkan cendera mata kepada tamu undangan yang hadir. Selain itu, Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini juga memberikan secara simbolis sembako kepada masyarakat.
Adapun dalam acara ini turut dihadiri Sekjen Hasto Kristiyanto, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Kepala LKPP Hendrar Prihadi. Tampak juga Ketua DPP PDIP Nusyirwan Soejono dan pihak Baguna PDIP Ribka Tjiptaning.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Girang Perindo Merapat ke PDIP, Makin Yakin Menang di Pilpres 2024
Di kegiatan tersebut hadir juga Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (Kabaharkam) Komjen Mohammad Fadil Imran, serta perwakilan Panglima TNI yaitu Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen dr. Guntoro.
Kapal yang akan diresmikan tersebut tampak berkelir merah yang merupakan warga ciri khas PDIP.
Di sisi kiri dan kanan kapal tertulis Rumah Sakit Apung. Lalu ada juga tulisan Laksamana Malahayati. Di acara peresmian ini, terlihat juga spanduk Yayasan Mega Gotong Royong di kapal.
Kapal rumah sakit terapung itu akan melayani kesehatan masyarakat di daerah terpencil dan sulit terjangkau. Laksamana Malahayati merupakan pahlawan asal Aceh.
Berita Terkait
-
Teka-teki Partai yang Bakal Susul Gabung Dukung Ganjar: Warna Hijau dan Emas, Siapa?
-
Belum Punya Partai, Kaesang Pangarep Dicalonkan Jadi Wali Kota Depok, PDIP Gercep Dekati
-
Ganjar Pranowo Kegirangan Dapat Dukungan dari Perindo: Uhuy!
-
Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto Terikat "Perjanjian Batu Tulis", Apakah Itu?
-
Demokrat Digoda PDIP untuk Dukung Ganjar dengan Tawaran Cawapres, AHY: Saya Menghormati
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Baru Tiba dari Luar Negeri, Prabowo Langsung Kumpulkan Menteri di Hambalang
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
-
Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?