Suara.com - Jonathan Latumahina selaku ayah Cristalino David Ozora yang menjadi korban penganiayaan Mario Dandy mengaku sudah mengajukan restitusi atau ganti rugi. Hal yang ia sampaikan pada sidang Selasa (13/6/2023) itu diajukan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Adapun kekinian pihak LPSK pun telah merinci uang tersebut.
Dikatakan oleh Wakil Ketua LPSK, Susilaningtyas, ganti rugi itu lebih dari Rp100 miliar yang mencakup biaya perawatan rumah sakit David. Mereka juga memperhitungkan uang restitusi tersebut dari kondisi korban yang sampai koma dan mengalami cedera akut akibat dianiaya oleh tersangka Mario Dandy.
"Rp 100 miliar lebih. Jadi, kami perhitungkan dari medisnya dia (David), biaya perawatan selama di rumah sakit," beber Susilaningtyas kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/6/2023).
Susi, begitu sapaannya, menerangkan jika biaya perawatan rumah sakit yang dimaksud itu meliputi transportasi hingga konsumsi.
Ditambah biaya keluarga yang menjaga David saat berada di rumah sakit serta mengurus kasus penganiayaan kepada pihak-pihak terkait. Disebutkan pula, orang tua korban sampai harus meninggalkan pekerjaan.
"Kami juga memperhitungkan kehilangan penghasilan orang tuanya ketika mengurus David, pas awal-awal orang tuanya malah meninggalkan pekerjaan," ungkap Susi.
LPSK, kata Susi, juga memperhitungkan kondisi David berdasarkan analisis dokter yang mustahil kembali normal sehingga harus menjalani perawatan di rumah.
Korban bahkan disebut sulit untuk sekolah dan menurutnya, masa muda David yang perlu mengenyam pendidikan menjadi hilang akibat perbuatan keji Mario Dandy itu.
Dalam restitusi itu juga bakal dimasukkan biaya bantuan hukum sesuai Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelesaian Permohonan dan Pemberian Restitusi dan Kompensasi kepada Korban Tindak Pidana. Hal ini sudah disampaikan LPSK ke penyidik dan JPU.
Baca Juga: Sakit Batu Ginjal, Amanda Eks Pacar Mario Dandy Tak Akan Hadir Di Sidang David Ozora Pekan Depan
Jika nanti ada situasi perkembangan tertentu, maka mereka akan merevisi rincian ganti rugi tersebut.
David dalam persidangan juga disebut telah menjalani perawatan selama 56 hari di RS Mayapada Jakarta Selatan, serta sempat mengalami koma selama dua minggu.
Meski begitu, ayah David, Jonathan Latumahina mengatakan tidak mempermasalahkan nilai ganti rugi pengobatan David karena akan menyerahkannya kepada LPSK.
Dituding incar harta Rafael Alun
Soal restitusi atau uang ganti rugi yang harus dibayar Mario Dandy sebesar Rp100 miliar kepada pihak korban, malah disindir oleh kuasa hukumnya, Andreas Nahot Silitonga. Ia mengatakan jika keluarga David memang ingin mengincar harta dari ayah kliennya, yakni Rafael Alun Trisambodo, jangan melalui pengadilan.
"Kalau mau mengincar harta ayahnya (Rafael Alun) bukan lewat sini (pengadilan) kayaknya," ujar Andreas kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (15/6/2023).
Andreas juga menjelaskan aturan tentang ganti rugi dalam Undang-Undang (UU) yang nantinya akan diakomodir majelis hakim. Ia kemudian menyebut bahwa Mario saat ini hanya seorang mahasiswa dan belum bekerja. Namun, kliennya tetap perlu bertanggungjawab, sehingga harta atas namanya mungkin bakal disita untuk membayar restitusi.
"Semua hartanya Mario pada akhirnya nanti yang atas nama dia bisa jadi disita untuk dilakukan pelelangan untuk membayar restitusi, (ganti rugi memang) bukan harta dari pihak lainnya," katanya.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Sakit Batu Ginjal, Amanda Eks Pacar Mario Dandy Tak Akan Hadir Di Sidang David Ozora Pekan Depan
-
Mario Dandy Cengengesan, Ayah David Ozora: Dia Sehat Psikis, Kalau Disangka Gila Strateginya Berhasil
-
Pengacara Mario Dandy Tuding Pihak David Incar Harta Rafael Alun, Warganet Tak Habis Pikir: Hah?
-
Tak Terima dengan Hukuman Mario Dandy, Ayah David Ozora Akan Puas Jika Pelaku Dibikin Koma: Itu Baru Adil!
-
Viral Mario Dandy Cengengesan saat Keluar Ruang Sidang, Ayah David Ozora Beri Respons Menohok
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak
-
Update RUU Perampasan Aset, Dasco: Komisi III Sedang Belanja Masalah dan Susun Draf RUU
-
Aksi Koboi Curanmor di Tanjung Duren Terekam CCTV, Polisi Ringkus Dua Pelaku
-
Pembangunan Huntap di Tapanuli Terus Berjalan, Kerangka Rumah dan Batu Bata Tersusun Rapi
-
TNI dan Warga Gotong Royong, Tempat Ibadah, dan Sekolah di Tapanuli dan Aceh Kinclong Lagi