Suara.com - Drama penagihan utang oleh pengusaha Jusuf Hamka ke pemerintah tampaknya telah berakhir. Pengusaha kawakan yang dikenal dengan nama Babah Alun itu akhirnya memutuskan untuk menyerahkan keputusan pembayaran utang terhadap perusahaannya PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Keputusan itu diambil Jusuf Hamka setelah bertemu langsung dengan Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo. Pertemuan tersebut terjadi setelah ada ketegangan antara kedua belah pihak. Simak kisah lengkap berakhirnya polemik utang negara yang ditagih Jusuf Hamka berikut ini.
Kronologi Negara Utang ke CMNP
Jusuf Hamka tiba-tiba heboh di berbagai pemberitaan beberapa pekan terakhir karena menagih ke pemerintah atas utang ratusan miliar terhadap perusahaan jalan tol miliknya, CMNP. Menurut pengakuannya, utang itu adalah kesepakatan CMNP dengan pemerintah terkait deposito dan giro yang ditempatkan perusahaan di bank Yama yang telah dilikuidasi pada krisis moneter 1998.
Sejak Bank Yama dilikuidasi oleh pemerintah, utang itu belum dibayar sampai saat ini. Jusuf Hamka mengatakan bahwa dia sudah menindaklanjuti masalah utang itu ke berbagai pihak mulai kementerian sampai jalur hukum tapi tak membuahkan hasil.
"Nggak dibayar sudah 8 tahun. Dilempar sini, lempar sana, capek juga. Akhirnya saya nggak mau sekarang cuma dibayar Rp 170 miliar karena sudah hampir Rp 800 miliar kalau ikut bunga," ungkap Jusuf Hamka.
Akhir Sengketa Utang Rp800 Miliar
Terbaru Jusuf Hamka bertemu dengan Yustinus Prastowo pada Minggu (18/6/2023) di tengah memanasnya sengketa utang Rp800 miliar yang dia tagih ke Kementerian Keuangan. Dia pasrah menyerahkan persoalan utang negara kepadanya itu lewat Kemenkeu.
Jusuf Hamka sebelumnya sempat berencana melaporkan Yustinus ke polisi karena dinilai mencemarkan nama baiknya selaku pemilik manfaat atau beneficial owner CMNP. Pencemaran nama baik yang dimaksud oleh CMNP adalah ketika Yustinus sempat mempertanyakan posisi Jusuf di CMNP karena nama Jusuf tidak tercantum dalam jajaran direksi atau komisaris, bahkan tidak tercatat sebagai pemegang saham mayoritas.
Baca Juga: Kemenkeu Bakal Obral Aset Tommy Soeharto yang Disita Satgas BLBI
Gara-gara masalah itu, Jusuf Hamka sempat mengancam akan menggugat Yustinus. Namun setelah pertemuan baru-baru ini, Jusuf mengatakan perseteruan dengan Yustinus telah selesai.
"Buat kami kita semua teman baik kok sebelumnya. Tolong kami tidak usah diadu-adu lagi karena kami sudah saling mengerti dan memaafkan," ujar Jusuf Hamka pada Senin (19/6/2023).
Selain itu Jusuf Hamka mengatakan akan menyerahkan semua masalah sengketa utang negara kepadanya itu ke Allah. Dia juga meyakini pemerintah akan berlaku adil dan mengikuti ketetapan hukum, terlebih Presiden Jokowi sudah memerintahkan Menko Polhukam Mahfud MD untuk memastikan pemerintah membayar tagihan swasta kepada pemerintah.
"Soal tagihan saya ke Departemen Keuangan saya serahkan pada Allah. Dibayar Alhamdullilah, nggak dibayar wasyukurillah. Tapi mudah-mudahan, saya percaya di zaman Pak Jokowi, beliau akan memberi keadilan," ujar Jusuf Hamka.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Kemenkeu Bakal Obral Aset Tommy Soeharto yang Disita Satgas BLBI
-
Pasrahnya Jusuf Hamka Soal Utang Jalan Tol: Kalau Dibayar Alhamdulillah, Nggak Dibayar Wasyukurillah
-
CEK FAKTA: Jusuf Hamka Sumbang Anies Baswedan Rp 100 Triliun Demi Menangkan Pilpres 2024
-
Cek Fakta: Jusuf Hamka Sumbang 100 Triliun untuk Menangkan Anies Baswedan
-
Utang Rp800 Miliar, Jusuf Hamka Pasrah: Dibayar Alhamdulillah, Enggak Dibayar Wasyukurillah
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis