Suara.com - Sebelum melaksanakan ibadah kurban, adalah disarankan untuk menghayati makna niat yang akan diucapkan. Sebab untuk memulai tata cara menyembelih hewan kurban perlu dibaca niat yang benar.
Niat ini merupakan ungkapan pengabdian dan kesadaran diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, niat juga menjadi pondasi dasar dari runtutan tata cara menyembelih hewan kurban dalam peringatan Hari Raya Idul Adha.
Berikut adalah salah satu bacaan niat menyembelih hewan kurban:
“Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma hadza minka wa laka, Hadza ‘annaa”
Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (ternak ini) dari-Mu dan untuk-Mu. Qurbam ini dariku.” (HR. Muslim dan Baihaqi).
Selain itu, doa menyembelih hewan kurban juga dapat diucapkan dengan bacaan berbeda. Berikut adalah contoh niat menyembelih hewan kurban:
Allaahumma haadzihii minka wa ilaika, fataqabbal minnii yaa kariim
Artinya, "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrub-ku."
Pada situasi di mana hewan kurban dimiliki oleh orang lain, pengucapan "Hadza'annaa" (dariku) dalam niat dapat diganti dengan "Hadza'anfulan" (darinya). Hal ini mencerminkan kehormatan dan rasa tanggung jawab terhadap pemilik hewan.
Baca Juga: 20 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2023 yang Menyentuh Hati untuk Keluarga Terdekat
Setelah niat dibaca, berikut adalah beberapa langkah dalam menyembelih hewan kurban:
- Membaca "Bismillah" (Dengan nama Allah) sebagai penghormatan awal sebelum melaksanakan penyembelihan.
- Mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, sebagai bentuk penghormatan dan mengingat jasa-jasanya dalam Islam.
"Allahumma shalli ala sayyidina muhammad, wa alaa aali sayyidina muhammad". Artinya : Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. - Memastikan hewan yang akan disembelih menghadap ke arah kiblat, sebagai tanda kesucian dan kepatuhan terhadap perintah Allah.
- Membaca takbir sebanyak 3 kali sebagai ungkapan syukur dan penghormatan terhadap kehidupan yang akan diorbankan.
- Membaca doa khusus saat menyembelih hewan kurban dengan penuh kesadaran dan penghormatan.
- Menghindari memperlihatkan alat potong pada hewan kurban, demi menghormati kehidupannya.
- Menggunakan pisau yang tajam dan memotong dengan tepat pada tenggorokan atau urat nadi di bagian leher hewan, untuk memastikan proses penyembelihan dilakukan secara cepat dan menyebabkan minimal rasa sakit pada hewan.
- Menjaga agar tidak mematahkan leher hewan sebelum benar-benar mati, sebagai tindakan yang bertanggung jawab dan menghormati kehidupan yang diberikan.
Berkaitan dengan patungan hewan kurban, penting untuk memperhatikan panduan yang ditetapkan. Berdasarkan NU Online, dalam satu ekor sapi atau unta, dapat digunakan untuk tujuh orang yang berkurban, sedangkan kambing hanya sah untuk satu orang yang berkurban.
Hal ini sesuai dengan hadis yang menjelaskan keberlakuan patungan dalam berkurban. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa patungan yang melampaui ketentuan tersebut akan membuat penyembelihan hewan kurban menjadi tidak sah.
Dari jabir, beliau berkata kami keluar bersama Rasulullah seraya berihram haji, lalu beliau memerintahkan kami untuk berserikat di dalam unta dan sapi, setiap tujuh orang dari kami berserikat dalam satu ekor unta," (HR Muslim).
Panduan Kurban 2023 dari MUI
Untuk memperoleh panduan yang lebih komprehensif, berikut adalah 9 panduan ibadah kurban Idul Adha 2023 yang disarankan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI):
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?