Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono
Muhammad Mardiono adalah sosok kelahiran Yogyakarta, 11 Juli 1957. Mardiono dikenal sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 2019 hingga 2022.
Kini, ia menjadi utusan khusus Presiden bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan. Mardiono pernah menjabat sebagai ketua DPW Provinsi Banten, Waketum PPP saat bersama Romahurmuziy, ia juga sempat ingin mengajukan diri sebagai Ketum PPP tetapi tidak jadi.
Mardiono turut dikenal di kalangan pengusaha. Ia pemilik PT Buana Centra Swakarsa, PT Bahari Caraka Sarana, PT Serang Asri Hotel, PT Jackron Cipta Sakina, PT Walie Jasa pratama, PT Cipta Niaga Internasional, PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah Muamalah, PT BCS Industry, PT Albantani Cipta Niaga, dan PT Amanah Perkasa Nusantara.
Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe lahir di Surabaya pada 1965. Hary dikenal sebagai pendiri MNC Group dan sekarang menjabat sebagai Chairman PT MNC Inestama.
Pendidikannya ditempuh di Carleton University, Kanada dan Ottawa University, Kanada di jenjang magister. Hary menjabat sebagai Dirut PT Global Mediacom Tbk sejak 2002, PT MNC Tbk, sejak 2004, PT RCTI sejak 2010, PT MNC Land Tbk sejak 2011, PT GLD Property sejak 2012.
Hary juga merupakan Komisaris Utama PT MNC Sty Vision Tbk sejak 2006, PT MNC Sekuritas sejak 2004, PT Global Informasi Bermutu sejak 2009, PT Media Nusantara informasi sejak 2009 dan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia sejak 2011. Kini ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Perindo.
Sebelumnya diperkirakan para ketua umum partai politik yang datang adalah dari partai yang sudah menjalin kerja sama dengan PDIP. Partai-partai tersebut yakni Partai Hanura, PPP, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Baca Juga: Megawati Singgung PAN-Golkar-PKB Belum Masuk Koalisi Dukung Ganjar: Mau Ikut Boleh, Gak Ikut...
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Megawati Singgung PAN-Golkar-PKB Belum Masuk Koalisi Dukung Ganjar: Mau Ikut Boleh, Gak Ikut...
-
Di Hadapan Puluhan Ribu Kader PDIP, Ganjar Komitmen Lanjutkan Program Presiden Jokowi
-
Di Puncak Bulan Bung Karno, Megawati: Pak Marhaen Itu Petani, Jangan Tuduh Komunis!
-
Kala Jokowi Titipkan Ganjar ke Seluruh Kader PDIP untuk Menang Pilpres 2024
-
Rumor Politik: Andika Perkasa Gabung PDIP? Ini Jawaban dari Tangan Kanan Megawati!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah
-
Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
-
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?