Suara.com - Pria pengidap obesitas ekstrem dengan bobot mencapai 300 kg, Muhammad Fajri (27), meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kamis (22/6/2023) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Fakta kesehatan Fajri, sang pria obesitas ini pun menjadi pertanyaan banyak orang. Pasalnya, sangat jarang orang yang memiliki bobot hingga 300 kg yang bisa mengakibatkan komplikasi kesehatan.
Fajri dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani 14 hari perawatan di RSCM. Meninggalnya Fajri cukup mengagetkan bagi dokter yang merawatnya. Berikut lima fakta kesehatan Fajri sang pria obesitas.
1. Meninggal Setelah Kritis
Fajri dikabarkan sempat mengalami kritis saat menjalani perawatan di RSCM. Dia juga mengalami infeksi multiple saat menjalani perawatan. Dia mengalami syok sepsis, yakni infeksi yang disebabkan oleh faktor kompleks sebelum dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya, Fajri dirawat dengan pantauan intensif dari 14 dokter spesialis antara lain dokter spesialis ginjal, hipertensi, dan pencernaan akibat disfungsi multiorgan.
2. Jalani Perawatan Intensif
Selama berada di RSCM, Fajri menjalani perawatan intensif. Tim dokter melakukan terapi intensif dengan melibatkan beberapa ahli. Beberapa terapi yang dijalani Fajri selama menjalani perawatan adalah alat bantu pernapasan, jantung, dan ginjal. Pasalnya organ dalam Fajri juga sudah tak berfungsi dengan baik. Namun, tidak dipungkiri, komplikasi menjadi hambatan berat di samping obesitas.
3. Ditempatkan di ICU Khusus
Fajri menempati ICU khusus selama berada di RSCM. Pihak rumah sakit sengaja mendesain ruangan khusus untuk Fajri yang mengalami gangguan kompleks. Ruangan itu dibuat agar sedapat mungkin mengakomodasi kebutuhannya selama menjalani terapi yang melibatkan belasan dokter spesialis tersebut. Di samping itu RSCM juga menyiapkan tempat tidur khusus agar istirahat Fajri menjadi lebih nyaman.
4. Terkendala Obesitas
Baca Juga: Pria Obesitas 300 Kg Berpulang ke Rahmatullah, Begini Proses Pemakaman Muhammad Fajri
Tim dokter menyebutkan kendala terbesar saat menangani Fajri adalah obesitas akut yang mencapai 300 kg. Akibat kegemukan ini dokter kesulitan menggerakkan tubuh Fajri yang berat ke posisi yang dibutuhkan saat terapi. Obesitas juga membuat ruang gerak Fajri kurang gesit.
5. Indeks Massa Tubuh Tiga Kali Orang Normal
Indeks Massa Tubuh Fajri mencapai 91. Padahal normalnya, setiap orang memiliki indeks massa tubuh maksimal 35. Itu artinya massa tubuh Fajri nyaris tiga kali dari orang pada umumnya atau over-obesitas.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Prabowo dan Modi Teken 16 Kesepakatan: Dari Rudal Brahmos hingga Restorasi Prambanan
-
Ngeri! Dada Bocah 9 Tahun di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar Saat Asyik Bermain
-
Kebelet Nyabu, Bandit Jalanan Diciduk Polisi Usai Jambret Ponsel Milik WNA Prancis di Kota Tua
-
Roy Suryo Buka Babak Baru Praperadilan, Bidik Pasal yang Jadi Dasar Penetapan Tersangka
-
Roy Suryo Sambut Putusan Praperadilan, Klaim Jadi Babak Baru Penegakan Hukum
-
Roy Suryo Menang Praperadilan di PN Jaksel, Polda Metro: Status Tersangka dan Penyidikan Tetap Sah!
-
Gerindra Dukung Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter: Sudah Tepat!
-
Buntut Ucapan 'Yang Mulia Takut Ya', Dua Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi
-
Perkuat Demokrasi, Prabowo dan PM Narendra Modi Sepakat Kerja Sama KPU RI-India
-
Mendikdasmen Kritik Perpustakaan Sekolah yang Hanya Jadi Syarat Akreditasi