Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan belum memasang plang penyitaan di sejumlah aset bangunan atau rumah milik Rafael Alun Trisambodo yang diduga berasal dari perkara korupsi yang menjeratnya.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur menyebut, pada akhirnya semua aset milik Rafael akan dipasang plang penyitaan.
"Jadi begini, setelah nanti semuanya sudah ketemu, itu tahap akhir kami akan taruh plang. Jadi kami tidak menyita hari itu, terus diplang. Jadi semuanya dulu kita amankan, karena ini kan harus bergerak dengan cepat," kata Asep ditemui wartawan di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (27/6/2023).
Asep menyebut, sejumlah aset Rafael yang disita terkait dengan tindak pidana pencucian uang atau TPPU yang menjeratnya.
"Karena mereka terkait dengan TPPU itu menyembunyikan dengan berbagai macam cara. Jadi kami harus cepat sita dulu, baru kami plang," katanya.
Sementara itu, terkait kabar yang menyebut rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, masih ditinggali keluarga Rafael Alun, akan ditindaklanjuti KPK.
"Kami akan cek ya. Nanti kirimkan informasi ke kami. Kami nanti akan cek," kata Asep.
Hingga kini, KPK sudah menyita 20 aset Rafael senilai Rp 150 miliar yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang.
Aset tersebut terdiri dari 20 bidang tanah dan bangunan di tiga kota, yakni Jakarta, enam bidang tanah dan bangunan; Yogyakarta tiga aset; dan Manado, Sulut ada 11 bidang.
Baca Juga: Periksa 2 Kepala Pajak Dan 3 Orang Swasta, KPK Dalami Aset Bersama Rafael Alun Trisambodo
Pada 31 Mei 2023 silam, Suara.com mendatangi salah satu aset Rafael yang disita KPK di di Jalan Srengseng Raya, Srengseng, Kembangan Jakarta Barat.
Aset itu berupa kontrakan 21 pintu. Saat berada di lokasi tidak ditemukan plang tanda penyitaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran
-
Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi
-
Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan
-
Arus Balik Lampaui Keberangkatan, KAI: Jakarta Diserbu 50 Ribu Penumpang Kereta per Hari
-
Arus Balik Masih Padat, Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa Berlanjut Jumat 28 Maret
-
HUT ke-12, TransJakarta Banting Harga Jadi Rp12, Ini Syaratnya!
-
Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Bagi Masyarakat Terdampak Bencana
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP
-
Mengukur Mikroplastik Tak Semudah Dikira, Studi Soroti Tantangan dan Jalan Keluarnya
-
Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal KM 132KM 70, Ini Skema Bertahapnya