Suara.com - Polisi melakukan penggerebekan di satu unit rumah yang diduga menjadi lokasi praktik aborsi di Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 7 orang pelaku.
Salah satunya seorang laki-laki berinisial SM, di mana sosoknya berperan sebagai pengemudi yang mengantar jemput warga saat mau melakukan aborsi.
Kemudian dua wanita berinisial SN dan NA merupakan ibu rumah tangga tanpa latar belakang medis. Keduanya bertugas mencari pasien yang hendak melakukan aborsi.
Sedangkan 4 pelaku lainnya merupakan pasien. Tiga pasien yang berinisial J, AS, RV baru melakukan tindakan aborsi dan masih mengalami pendarahan. Sedangkan pasien berinisial IT baru akan melakukan aborsi.
Atas perbuatannya tersebut, para pelaku terancam pidana Pasal 76 C juncto 80 serta Pasal 77A dan Pasal 346 KUHP. Ini fakta-fakta peristiwa itu.
Janin dibuang ke toilet
Berdasarkan penyelidikan polisi, para pelaku membuang janin hasil aborsi ke toilet. Janin-janin malang tersebut disedot oleh para pelaku dan dibuang ke dalam kloset.
Pihak kepolisian menegaskan akan menindaklanjuti janin yang dibuang ke kloset. Kepolisian juga akan menurunkan tim kedokteran forensik untuk mencari barang bukti janin yang dibuang.
Tarif aborsi jutaan
Baca Juga: 50 Wanita Aborsi di Klinik Kemayoran, Polisi: Janin Dibuang ke Kloset
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin mengatakan, pelaku menerapkan tarif aborsi sebesar Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 8 juta. Tarif tersebut dipatok berdasarkan dari usia kandungan pasien.
50 Wanita melakukan aborsi
Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat 50 wanita yang mengaku sudah menjalani aborsi di rumah Kemayoran tersebut. Puluhan pasien itu melakukan aborsi dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Tidak berprofesi sebagai tenaga medis
Komarudin menjelaskan, dua orang eksekutor yang diamankan, yaitu SN dan NA, tidak memiliki latar belakang di bidang medis. Mereka diketahui berprofesi sebagai ibu rumah tangga (IRT).
NA juga berperan sebagai pembantu SN, dengan melakukan sosialisasi praktik aborsi tersebut, termasuk menjadi asisten dan juga penjemput pasien.
Berita Terkait
-
Pengunjung Jakarta Fair Membludak hingga Bikin Macet, Dishub DKI Minta Gunakan Angkutan Umum
-
Cek Fakta: Persija Jakarta Resmi Kontrak Leon Dajaku Dua Musim?
-
Cek Fakta: Fix! Meski Datang Terlambat di Persija Jakarta, 2 Pemain Asing Ini Dijamin Cepat Beradaptasi
-
50 Wanita Aborsi di Klinik Kemayoran, Polisi: Janin Dibuang ke Kloset
-
Sudah Gabung Latihan, Bek Asing Rp6,08 Miliar Persija Siap Jadi Starter Thomas Doll?
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks