Suara.com - Sejumlah Warga Kampung Bayam nekat mendirikan bangunan semipermanen di depan pintu kawasan rumah susun (Rusun) Kampung Bayam.
Mereka mendirikan tenda 'darurat' yang sebenarnya tak layak huni karena hanya tertup terpal biru di bagian atas, dengan tiang penyangga bambu dan balok kayu bekas.
Seorang penguni tenda biru, Tuti mengatakan, tinggal di sana sejak delapan bulan silam.
Tuti mengaku nekat menghuni tenda tak layak tersebut lantaran sudah tidak sanggup membayar uang sewa rumah kontrakan.
"Dulu pas awal digusur kan dapat uang pengganti, untuk kita ngontrak. Sekarang, uangnya sudah habis, dan kita seharusnya sudah menghuni di Rusun," kata Tuti, saat ditemui Suara.com, Jumat (7/7/2023).
Tuti mengaku, hingga kini belum bisa menikmati hunian yang sebelumnya dijanjikan Pemprov DKI pada era Gubernur Anies Baswedan ini, lantaran belum terjadinya kesepakatan harga sewa.
Pengembang Rusun Bayam, Jakpro mematok harga yang membuat mereka tak mampun membayar, yakni di atas Rp 700 ribu. Jelas saja, warga yang rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah tersebut menganggap harga sewa sudah kelewat mahal. Apalagi, Rumah Susun Bayam itu berstatus rusun bersubsidi.
Bagi Tuti dan tetangganya yang tinggal di tenda biru, menurunkan harga sewa hingga setara dengan tarif rusun bersubsidi lainnya menjadi hal yang sangat realistis.
"Rusun subsidi yang lainnya kan paling sewa sebulannya Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu. Ya kita minta disamakanlah, apalagi kita kan juga warga DKI," ucapnya.
Baca Juga: Tolak Pindah Rusun! Warga Kampung Bayam Korban Gusuran Era Anies Cueki Tawaran Pemkot Jakut
Tuti menyebut, saat Rusun tersebut diresmikan oleh Anies Baswedan, seluruh warga diundang untuk ikut peresmian.
Bahkan warga berdiri di depan hunian mereka masing-masing. Namun hingga saat ini, nasib mereka masih terkatung-katung menunggu kepastian, bisa menempati hunian tersebut.
"Saya dijanjiin doang, tapi sampai sekarang nggak bisa masuk," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tetap menerapkan aturan biaya sewa Rp 765 ribu tiap bulannya untuk warga Kampung Susun Bayam, dekat Stadion JIS, Jakarta Utara.
VP Corporate Secretary Jakpro, Syachrial Syarief, mengatakan pihaknya menetapkan tarif berkisar Rp 615.000 sampai Rp 765.000 per bulan karena sudah mengikuti aturan yang berlaku.
Besaran tarif tersebut jauh dari tuntutan warga yang meminta biaya sewa diturunkan jadi Rp150.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?