Hendropriyono melihat Al Zaytun saat itu adalah pondok pesantren yang cukup modern. Menurut dia, tidak ada masalah dengan Al Zaytun secara ideologi politik.
"Secara politik saya kira tak ada masalah waktu itu karena Presiden RI yang meresmikan, artinya kalau dalam perkembangannya itu berbeda. Tentu saja pengetahuan saya ini pengetahuan zaman saya tahun 1999 ketika saya pertama kali dengar nama Al Zaytun. Dan 2001 atau 2002 itu kedua kalinya saya tau Al Zaytun," jelasnya.
Sesat di bawah pimpinan Panji Gumilang?
Hendropriyono menilai Habibie tidak mungkin sembarang meresmikan ponpes. Dia mengaku heran karena Al Zaytun begitu dipermasalahkan di masa sekarang.
Walau begitu, Hendropriyono mengaku tak pernah lagi menyambangi Al Zaytun setelah meletakkan batu pertama di ponpes itu. Dia hanya bisa mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menyikapi polemik Al Zaytun.
"Saya heran kok ributnya sekarang? Jadi ribut ada apa? Saya nggak ngerti karena saya ke sana nggak pernah lagi, nggak pernah tau lagi," ucapnya.
"Jangan mereka membuat keributan sekarang me-refer 'pintar', masak pakai referensi masa lalu dari pada sekarang. Dulu ya dulu, masa lalu ya udah lewat. Masa sekarang ya masa ke depan, orang-orang sudah pakai artificial intelligence masak masih pakai masa lalu. Masa lalu, ya masa lalu," tambahnya.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Baca Juga: CEK FAKTA: Breaking News! Aparat Temukan Jasad Santri di Ponpes Al-Zaytun yang Diduga Jadi Tumbal
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Breaking News! Aparat Temukan Jasad Santri di Ponpes Al-Zaytun yang Diduga Jadi Tumbal
-
Bareskrim Polri Periksa Empat Saksi Ahli terkait Kasus Penistaan Agama Panji Gumilang
-
CEK FAKTA: Ditemukan 5 Jasad Santri, Benarkah Tumbal Al Zaytun?
-
Profil Anwar Abbas yang 'Santuy' Digugat Rp 1 Triliun oleh Panji Gumilang
-
Viral Ponpes Al-Zaytun Bangun Rumah Ibadah Yahudi di Area Pesantren
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'