Melainkan hanya menyebutnya sambil menunjukkan foto stadion itu di sela-sela paparannya mengenai pembangunan kota.
"Ini gambarnya JIS, tapi nggak ada rumputnya di sini Pak. Jadi nggak kelihatan rumputnya di sini Pak," ucapnya.
Polemik JIS
JIS berpolemik ketika pemerintah melalui PSSI dan Kementerian PUPR mulai memeriksa stadion-stadion Indonesia yang layak untuk dijadikan venue Piala Dunia U-17 yang digelar di Tanah Air.
Terlebih setelah muncul pernyataan dari konsultan desain asal Inggris Buro Happold yang digandeng dalam pembuatan desain stasion tersebut. Menurut Buro Happold, pembangunan JIS tidak dilakukan sesuai panduan dari mereka, sehingga terdapat sejumlah ketidaksesuaian dengan desain awalnya.
Salah satu yang diungkap oleh Buro Happold adalah desain awal JIS yang antibanjir, karena dibangun di Kawasan Jakarta Utara yang memiliki potensi banjir.
"Tim infrastruktur kami mengembangkan panduan tentang strategi dan manajemen muka air yang inovatif dan berkelanjutan, seperti pengenalan sistem penyaringan air alami untuk menambah ketahanan terhadap banjir," dikutip dari situs resmi Buro Happold, Senin (10/7/2023).
Namun menurut perusahaan konsultasi desain asal Inggris itu, desain awal JIS yang antibanjir itu tidak digunakan oleh Jakarta Konsultindo (JakKon). Hal lain yang menjadi perhatian adalah rumput di lapangan sepak bola JIS yang dinilai tidak sesuai dengan standar FIFA.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan kondisi rumput ketika meninjau JIS bersama Ketua PSSI Erick Thohir beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Ungkit Pagar Roboh saat Laga Persija, PSI Dukung Usulan PDIP Bentuk Pansus JIS
Menurut Basuki, karena rumput JIS tak sesuai standar FIFA, maka pemerintah berencana merenovasinya dengan biaya mencapai Rp6 miliar rupiah.
Hal itu dilakukan agar JIS bisa digunakan sebagai salah satu stadion pertandingan dalam perhelatan Piala Dunia U-17 mendatang.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Ungkit Pagar Roboh saat Laga Persija, PSI Dukung Usulan PDIP Bentuk Pansus JIS
-
Cek Fakta: Jakmania Geruduk Rumah Anies Baswedan, Massa Sempat Lakukan Aksi Lempar Botol
-
Loyalis Ganjar Sindir Jawaban Anies Ketika Ditanya Soal IKN: Ngalur Ngidul Ga Jelas
-
CEK FAKTA: Anies Tinggal Gunting Pita? Terekam Kamera Justru Jokowi-Ahok yang Bangun JIS
-
Lewat Satu Foto, Anies Baswedan Sindir Pencapaian Kerja Jokowi Dua Periode: Orang Cerdas Memang Beda
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka