Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (25/7/2023) siang. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan delapan orang yakni pejabat Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga pihak swasta.
Mereka ditangkap di dua tempat, yakni Jakarta dan Bekasi. Adapun pejabat Basarnas yang ikut terciduk dalam OTT KPK itu adalah Letkol Afri Budi Cahyanto yang merupakan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas.
Siapakah sosok Letkol Afri Budi Cahyanto? Simak ulasannya berikut ini.
Rekam Jejak Letkol Afri Budi Cahyanto
Letkol Afri Budi Cahyanto adalah anggota TNI Angkatan Udara (AU) yang ditugaskan di Badan SAR Nasional (Basarnas).
Di sana ia menjabat sebagai Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kepala Basarnas (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi. Karena itula, Letkol Afri disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Kabasarnas RI.
Dikutip dari laman tni-au.mil.id, Letkol Afri merupakan alumni perwira karier tahun ajaran 2002/2003 dan menyandang gelar Sarjana Ekonomi. Ketika itu pangkatnya adalah Letnan Dua (Letda) dari Korps Administrasi (Adm).
Karier militernya, Afri pernah menjadi Kapekas lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau, pada 2016. Ketika itu ia menyandang pangkat mayor.
Saat bertugas di Pekanbaru, Letkol Afri juga menyalurkan hobinya dengan bergabung di sebuah klub pecinta motor.
Baca Juga: Bertambah! OTT KPK terkait Suap di Basarnas jadi 10 Orang
Pada 2021 lalu, ketika menjabat sebagai Kasibukku Koops III, ia pernah diaulat menjadi Komandan Upacara HUT TNI AU ke-75 di markas Komando Operasi (Mako Ops) TNI Angkatan Udara III di Biak.
KPK amankan sejumlah uang
Dalam OTT yang dilakukan terhadap pejabat Basarnas Selasa kemarin, KPK turut menyita sejumlah uang. Namun Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri masih enggan mengungkap nominal uang yang diamankan tersebut.
Pun begitu pula dengan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang belum bisa menjelaskan lebih detil mengenai perkara di balik operasi tangkap tangan itu.
Ketika ditanya oleh awak media, Nurul hanya mengatakan jika saat ini penyidik KPK masih medalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah pihak.
Dan hingga kini, pihak-pihak yang diamankan KPK masih berstatus terperiksa. Sementara KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
Sementara itu, Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, juga belum mau berkomentar banyak mengenai ditangkapnya Letkol Afri.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Bertambah! OTT KPK terkait Suap di Basarnas jadi 10 Orang
-
Profil Ambarita Damanik, Eks Penyidik Senior KPK Jadi Staf Ahli Menpora Dito
-
Diam-diam, Menhub Budi Karya dan Sekjen Kemenhub Diperiksa KPK Hari Ini
-
OTT Suap Alat Pendeteksi Korban Reruntuhan di Basarnas, KPK: Terima Fee 10 Persen dari Nilai Proyek!
-
Siapa Letkol Adm Afri Budi Cahyanto Perwira TNI Dari Basarnas Yang Terjaring OTT KPK
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan