Suara.com - Kepala Basarnas Marsekal Henri Alfiandi ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan tahun anggaran 2023.
Penetapan status tersangka terhadap Henri ini bersamaan dengan tersangka lainnya, yaitu MS selaku Komisaris Multi Grafika Cipta Sejati, NR selaku Dirut PT Intertekno Grafika Sejati, RA selaku Dirut PT Kindah Abadi Utama, dan AB selaku Koordinator Administrasi Kabasarnas.
Henri diketahui memiliki harta dengan total senilai Rp 10,9 miliar pada periode 2022 lalu. Tak hanya itu, Henri tercatat memiliki pesawat pribadi jenis Zenith 750 STOL senilai Rp 650 juta. Hal ini pun membuat Henri disoroti publik.
Banyak warganet yang bertanya-tanya soal berapa gaji seorang Kepala Basarnas. Lalu, berapa gaji yang didapatkan oleh Henri setiap bulannya? Simak inilah penjelasannya.
Kisaran Gaji Kepala Basarnas
Henri diketahui sudah memasuki masa pensiun pada tahun ini. Statusnya sebagai perwira tinggi TNI AU pun membuatnya masih menerima gaji dari TNI.
Gaji TNI sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Belas atas PP Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia.
Henri yang berpangkat Marsekal berhak mendapatkan gaji pokok sebesar Rp5.238.200 hingga Rp5.930.800 per bulan.
Tak hanya itu, Henri yang ditugaskan di Basarnas juga berhak mendapatkan gaji dan tunjangan kinerjanya sebagai penghargaan atas pengabdiannya di Basarnas. Gaji dan tunjangan yang diterima Henri ini diatur dalan Perpres Nomor 165 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Badan SAR Nasional.
Baca Juga: Kasus Korupsi CPO, Eks Mendag Muhammad Lutfi Bakal Diperiksa Kejagung Lagi Selasa Depan
Untuk gaji pokok Henri di lingkup Basarnas sendiri dikelompokkan sebagai golongan IVa sehingga ia berhak mendapatkan gaji pokok sebesar Rp3.593.100 hingga Rp5.901.200.
Sedangkan untuk tunjangannya, level jabatan Henri sendiri berada di paling atas, yaitu Kepala Basarnas yang berhak mendapatkan tunjangan sebesar Rp 26,324 juta per bulan.
Jika ditotal dari keseluruhan gaji Henri, ia berhak mendapatkan setidaknya Rp 32,25 juta dari jabatannya sebagai Kabasarnas.
Tak hanya itu, masih ada beberapa tunjangan lain yang diterima oleh Henri, termasuk tunjangan anggota TNI.
Mengaku Pesawat Rakitan Sendiri
Berdasarkan LHKPN miliknya, Henri tercatat memiliki pesawat jenis Zenith 750 STOL yang nilainya mencapai Rp650.000.000 (Rp650 juta).
Henri mengaku bahwa ia memang memiliki pesawat tersebut. Namun, ia mengaku pesawat tersebut adalah hasil rakitannya sendiri.
"Benar dan itu hasil rakitan saya mas. Saya pecinta Dirgantara," ujar Henri saat dihubungi pada Kamis (27/7/2023).
Henri merakit pesawat itu sendiri karena ia mengaku ingin membuktikan bahwa orang bisa memiliki pesawat terbang dengan biaya yang terjangkau.
"Saya punya visi bahwa punya pesawat itu terjangkau. Saya gunakan mesin mobil Honda Jazz. Saya ingin buktikan bahwa dengan pesawat experimental orang bisa wujudkan terbang," ujarnya.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
BREAKING NEWS! Kejari Medan Tahan Staf UPT Pusbangnis Terkait Korupsi Program Ma'had Mahasiswa UINSU
-
Kasus Korupsi CPO, Eks Mendag Muhammad Lutfi Bakal Diperiksa Kejagung Lagi Selasa Depan
-
Akui Punya Pesawat Senilai Rp 650 Juta, Kepala Basarnas: Itu Hasil Rakitan Saya
-
Sejumlah Anggota DPRD Tanggamus Kembalikan Uang Kerugian Negara Korupsi Perjalanan Dinas
-
Rincian Harta Kabasarnas Henri Alfiandi yang Jadi Tersangka KPK, Punya Pesawat Pribadi
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Hakim Sebut Kerugian Rp171,9 Triliun Kasus Minyak Asumtif, Eks Bos Pertamina Divonis 9 Tahun
-
Diduga Jadi Tempat Prostitusi Malam Hari, 'Jalur Tikus' Taman Kota Cawang Akhirnya Dilas Permanen!
-
Berupaya Kabur Saat Ditangkap, Bandar Narkoba Ko Erwin Ditembak di Kaki
-
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda
-
KPK Terima Hasil Audit BPK, Berapa Angka Pasti Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji?
-
Pemprov DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis Mulai Juli 2026, Total Ada 103
-
PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?
-
Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan
-
Vonis 9 Tahun Eks Dirut Pertamina Patra Niaga, Kerugian Rp171 Triliun Dibantah Hakim!
-
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya