Suara.com - Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyebut Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin masuk menjadi cawapres dari Ganjar Pranowo. Puan menegaskan tidak bercanda soal Cak Imin yang memang masuk radar cawapres Ganjar.
Selain itu Puan mengatakan bahwa dia sudah menganggap Cak Imin seperti keluarganya sendiri karena sempat dititipkan oleh Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid (Gus Dur) kepada kedua orang tuanya, Megawati Soekarnoputri dan Taufiq Kiemas.
"Saya dianggap sebagai keluarga Cak imin. Karena Cak imin seperti kakak saya. Cak imin dititipkan oleh Gus Dur ke ibu bapak saya," kata Puan setelah menggelar pertemuan tertutup dengan Cak Imin di kawasan Widya Chandra, Jakarta pada Kamis (27/7/2023) kemairn selama hampir 2 jam. Lantas apa hubungan Cak Imin dengan Gus Dur? Simak penjelasan berikut ini.
Profil Cak Imin
Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin lahir di lingkungan pesantren di Jombang, Jawa Timur pada 24 September 1966 sehingga kini berusia 56 tahun. Cak Imin menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejak tahun 2005 silam.
Dia terpilih kembali menjadi anggota DPR RI untuk kelima kalinya pada periode 2019-2024 dari Dapil Jawa Timur VIII.
Cak Imin kini menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024. Dia juga pernah mengemban tugas menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi RI pada 22 Oktober 2009-1 Oktober 2014 di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.
Hubungan Hingga Perseteruan Cak Imin Dengan Gus Dur
Cak Imin merupakan keponakan Gus Dur. Ayah Cak Imin, Muhammad Iskandar adalah dzurriyah (keluarga) Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif, Jombang, Jawa Timur. Cak Imin adalah keturunan KH Bisri Syamsuri, salah seorang ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Baca Juga: Mohon Bersabar! Cawapres Ganjar Baru Diumumkan Awal November, Puan: Waktunya Masih Panjang
Dalam kisahnya, Cak Imin berseteru dengan Gus Dur yang berawal sejak tahun 2005 silam. Hal itu bermula ketika Cak Imin terpilih sebagai Ketua Dewan Tanfidz yang baru dalam Muktamar yang digelar di Semarang sementara Gus Dur ditetapkan sebagai Ketua Dewan Syura.
Pada tahun 2008, konflik mulai muncul ketika Cak Imin dipecat Gus Dur dari posisi Ketua Dewan Tanfidz karena terlalu dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketika itu pemerintahan SBY dinilai tak tegas terhadap kasus lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo.
Selain itu Gus Dur juga menyatakan tak akan memaafkan Cak Imin sebelum mempertanggungjawabkan uang Rp 14 miliar. Namun Gus Dur tak merinci Rp 14 miliar yang dimaksud. Puncak konflik itu adalah PKB terbelah menjadi kubu PKB Cak Imin dan PKB Gus Dur.
Akibat dualisme kepemimpinan itu, masing-masing kubu juga sempat mendaftarkan PKB ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa ikut sebagai partai peserta Pemilu 2009. Namun pada akhirnya, PKB pimpinan Cak Imin tetap dinyatakan sebagai PKB yang sah oleh pengadilan ketika itu.
Sementara itu Gus Dur memilih tidak melawan dan perlahan meninggalkan dunia politik hingga tutup usia pada tahun 2009. Cak Imin pun menjabat sebagai Ketua Umum PKB hingga saat ini.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Mohon Bersabar! Cawapres Ganjar Baru Diumumkan Awal November, Puan: Waktunya Masih Panjang
-
Kunjungi Cak Imin dan Airlangga dalam Satu Hari, Puan: Bukan Hanya untuk Cari Cawapres
-
Puan Bersafari Politik Temui Cak Imin Hingga Airlangga, Hasto PDIP: Itu Penugasan Ibu Megawati
-
Airlangga Berikan Bunga Politik, Puan: Semoga Berlanjut Sampai Hari Valentine, Merah Kuning
-
Puan Maharani Sambangi Kediaman Airlangga Hartarto: Kami Membahas Hal-hal Penting Membangun Bangsa
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kutuk Aksi Cabul Ashari di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Pesantren Kedok!
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar