Suara.com - Desakan dari Indonesia Police Watch (IPW) terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto untuk mencopot Direktur Reserse Narkoba Kombes Hengki muncul. Sebab, penganiayaan yang dilakukan anggotanya hingga menyebabkan terduga pelaku penyalahgunaan narkoba tewas.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso beralasan desakan tersebut karena pimpinan tidak mengawasi secara melekat terhadap anggotanya. Terlebih, baginya, Kapolda Metro Jaya sejak awal menjabat telah mewanti-wanti jajarannya untuk profesional dalam bertugas.
"Harus mencopot Dir Narkobanya Kombes Hengki karena tidak melakukan pengawasan melekat terhadap anggotanya," kata Sugeng kepada wartawan, Minggu (30/7/2023).
Berkaitan dengan hal tersebut, berikut ini rekam jejak Kombes Hengki selengkapnya.
Nama Kombes Hengki dikenal dalam kasus pengusutan kasus besar. Perwira menengah Polri ini lahir pada 7 Januari 1971.
Kombes Hengki ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian pada 1995 yang berpengalaman pada bidang reserse.
Setelah lulus, Hengki menjabat sebagai Pamapta Polres Kepri Timur selama kurang lebih dua tahun . Pada 1997 ia dipindah menjadi Kaurbinops Polres Kepri Timur.
Satu tahun setelahnya, Hengki bertugas di Kapolsek Khairah Mandah sampai tahun 1999.
Pada 2001, ia menjabat sebagai Kabagops Polres Kampar.
Selama berkarier di Korps Bhayangkara, Hengki memang lebih lama berkecimpung di bidang reserse. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tulangbawang, Kapolsek Teluk Betung Selatan, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, dan Kanit Jatanras Polda Lampung.
Hengki sempat berkarier di Banten dan Jakarta untuk menjabat beberapa posisi. Pada 2014, ia kembali pindah ke Lampung menjadi Kapolres Lampung Selatan.
Hingga pada 26 Februari 2023 lalu, Kombes Hengki dimutasi berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/498/II/KEP./2023. ST tersebut diteken Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono atas nama Kapolri.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Pelajar di Pasaman Barat Dikeroyok hingga Pingsan, Polisi Selidiki
-
Polisi Aniaya Pelaku Kasus Narkoba hingga Tewas, Kombes Hengki Layak Dicopot Tak Becus Awasi Anak Buah?
-
Pelaku Kasus Narkoba Tewas Dianiaya, Irjen Karyoto Didesak Copot Dirnarkoba Polda Metro Jaya Gegara Ulah Anak Buah
-
Dua Warga di Kebonpedes Sukabumi Digorok, Mbah Emik Belum Sadar di RS
-
Kuasa Hukum Sebut Istri Korban Penganiayaan Polisi Syok; Suami Saya Ditangkap, Tapi Kok Mati
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Daftar 28 Rute Transjakarta yang Terdampak Banjir Hari Ini
-
Hujan Deras Sejak Kemarin, 17 RT di Jakarta Timur dan Barat Terendam Banjir
-
Ratusan Taruna Akpol Diterjunkan ke Aceh Tamiang: Bersihkan Jalan hingga Pulihkan Sekolah
-
Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Permanen Tertahan: Terkendala Status Lahan!
-
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini, Wilayah Utara Waspada Angin Kencang
-
Dua Kakak Presiden Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat
-
Panduan Lengkap Manajemen Dapodik: Link Baru dan Solusi Kendala Login Server
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT