Suara.com - Nama Aldi Taher bukan lagi menjadi salah satu calon legislatif (caleg) dari Partai Bulan Bintang (PBB). Sebabnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mencoret namanya sebagai tindak lanjut hasil verifikasi yang menemukan status ganda atas nama Aldi Taher.
"Dengan demikian statusnya di PBB sebagai bacaleg DPRD DKI Jakarta jadi tidak memenuhi syarat," kata Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI Dody Wijaya saat dihubungi di Jakarta, Senin (7/8).
Berkaitan dengan hal tersebut, berikut perjalanan Aldi Taher hingga akhirnya dicoret KPU dari daftar caleg.
1. Terdaftar di Dua Partai
Dody menyampaikan Aldi Taher terdaftar PBB dan Perindo di DPR RI dan DPRD DKI Jakarta. Padahal terdapat peraturan terkait status ganda, maka konsekuensinya yakni partai harus mengklarifikasi terhadap yang bersangkutan agar memilih salah satu.
"Kita mendapati status ganda, lantas kita serahkan ke partai politik melalui sistem informasi pencalonan (silon) untuk diklarifikasi atau untuk dipastikan yang bersangkutan mencalonkan di lembaga perwakilan apa atau partai mana," kata Dody Wijaya saat dihubungi di Jakarta.
2. KPK Melakukan Klarifikasi untuk Memastikan Keanggotaan Aldi Taher
Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari mengatakan proses klarifikasi ini akan dilaksanakan untuk memastikan status keanggotaan Aldi. Jika hasil verifikasi Aldi terdaftar dua partai, maka pihaknya akan mengklarifikasi partainya.
"Nanti setelah memang nyata-nyata di dalam verifikasi yang bersangkutan tadi itu didaftarkan lebih dari satu kali oleh lebih dari satu partai, dan juga lebih dari satu jenis lembaga perwakilan, akan kita klarifikasi partainya. sesungguhnya yang bersangkutan ini anggota partai apa?" kata Hasyim di Gedung KPU RI, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).
3. Tidak Ada Klarifikasi dari PBB
Setelah pihaknya berupaya memastikan, tidak ada surat klarifikasi dari PBB terkait pencalonan Aldi Taher. Justru yang ada klarifikasinya yakni dari Partai Perindo DPR RI.
4. Sempat Mengundurkan Diri dari PBB
Pada 24 Mei 2023, Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noor memastikan Aldi Taher telah keluar dari partainya sejak 23 Mei 2023. Ferry juga mengatakan Aldi telah mengirimkan surat pengunduran diri dari caleg PBB pada Pemilu 2024 yang diterimanya.
Usai surat tersebut diterima, Ferry saat itu berencana mencoret nama Aldi dari daftar caleg PBB. KPU menegaskan jika memang pengunduran diri itu benar adanya, maka pihaknya akan memeriksa suratnya ada atau tidak dan sudah disampaikan ke KPU atau belum.
Baca Juga: Aldi Taher Dicoret Sebagai Bacaleg DPRD DKI dari PBB, Ternyata Ini Penyebabnya
5. Tanggapan Aldi Taher
Aldi Taher sengaja mendaftar dua partai yang berbeda. Atas hal tersebut, Aldi Taher mengaku bingung bisa terdaftar sebagai bacaleg dua partai.
Aldi Taher mengaku bingung mengapa dirinya terjun ke politik. Aldi berpesan pada anak muda agar tidak malu terjun ke dunia politik seperti Bung Karno.
6. Tanggapan PBB
Wasekjen PBB Solihin Pure mengatakan sikap Aldi Taher tidak menunjukkan etika yang baik dan tidak jelas. Solihin juga menyoroti Aldi yang tidak melakukan komunikasi dengan PBB padahal PBB sudah mendaftarkannya untuk daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta 1 lingkup Jakarta Timur.
"Aldi Taher itukan sebenarnya pengurus partai ada SK-nya itu, itu satu. Kalau nyaleg itu kan duluan PBB ya, nyaleg itu. Pertama di DPR RI, terus ke provinsi. Eh detik-detik terakhir pindah ke Perindo, kan nggak jelas itu," ucap Solihin.
Tag
Berita Terkait
-
Sebut Korupsi Kerap Terjadi Jelang Pemilu, Mahfud MD: Banyak Lho di KPU Meski Sudah Independen
-
Bawaslu Tak Kunjung Laporkan KPU Ke DKPP, Wahidah Ingatkan Soal Kepercayaan Publik
-
Tok! Aldi Taher Tak Penuhi Syarat Jadi Bakal Caleg DPRD DKI
-
Aldi Taher Dicoret Sebagai Bacaleg DPRD DKI dari PBB, Ternyata Ini Penyebabnya
-
BREAKING NEWS! Aldi Taher Gagal Maju Caleg DPRD DKI Jakarta!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
-
Tersangka Pencabulan Santriwati di Ponpes Pati Sempat Kabur, Menteri PPPA Desak Penahanan