Suara.com - Kasus penganiayaan terjadi di instansi pemerintahan. Kali ini, lima orang alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melaporkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial DRZ yang diduga melakukan penganiayaan kepada mereka pada Selasa, (08/08/2023).
Kasus ini pun diketahui terjadi usai jam kerja ASN di lingkup Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung dan diduga sengaja dilakukan malam hari agar tak banyak orang yang melihat.
1. Para korban adalah lulusan baru IPDN
Korban penganiayaan dari pelaku DRZ ini berjumlah lima orang yang merupakan alumni baru IPDN angkatan XXX yang sedang melaksanakan magang di BKD Provinsi Lampung.
Kelima orang ini pun diketahui baru menjalani magang selama 1 minggu di BKD sebagai salah satu persyaratan status ASN mereka sebelum akhirnya dilantik. Diketahui, pelaku DRZ juga merupakan alumni IPDN.
2. Motif penganiayaan karena tidak suka
DRZ yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Bidang Pengadaan, Mutasi, dan Pemberhentian Pegawai diketahui sengaja menganiaya lima orang juniornya karena tidak suka dengan kinerja kelimanya selama masa magang. Ia pun mengajak rekan-rekannya yang lain untuk ikut menganiaya para korban
3. Korban alami luka-luka
DRZ pun diketahui menganiaya satu persatu juniornya tersebur hingga para korban mengalami luka-luka yang cukup serius, seperti lebam di wajah, kepala, hingga di punggung.
Baca Juga: Status Bandara Internasional di Bandara Radin Inten II Dievaluasi
Tak hanya itu, salah satu korban AF diketahui sampai sesak nafas usai dianiaya, namun penganiayaan tetap berlanjut.
4. Korban dilarikan ke rumah sakit dan pihak keluarga laporkan pelaku
Akibat penganiayaan ini, para korban pun dilarikan ke rumah sakit Abdul Moeloek untuk mendapatkan perawatan intensif. Pihak keluarga yang geram atas penganiayaan yang menimpa anggota keluarga mereka ini akhirnya melaporkan DRZ ke Polresta Bandar Lampung.
5. Pelaku ditangkap dan ditahan
Atas laporan penganiayaan ini, Polresta Bandar Lampung pun langsung bergerak cepat untuk menangkap pelaku dan telah melakukan penyelidikan serta menetapkan DRZ sebagai tersangka. DRZ saat ini telah ditahan di Polresta Bandar Lampung.
Kasus penganiayaan ini pun menimbulkan citra buruk bagi ASN di Lampung. Tindakan kekerasan tidak boleh ditolerir, apalagi dilakukan oleh aparat negara yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Lampung pun mengaku akan mengambil tindakan tegas terhadap DRZ dan oknum ASN lainnya yang terlibat dalam kasus ini.
Berita Terkait
-
Status Bandara Internasional di Bandara Radin Inten II Dievaluasi
-
Sidang Tuntutan Mario Dandy Mendadak Ditunda, Ayah David Ozora Curiga: Bisa jadi Ada Mega Skandal!
-
Kekecewaan Ayah David Ozora Usai Sidang Tuntutan Mario Dandy dan Shane Lukas Batal Digelar
-
Waduh! Mario Dandy Mendadak Batal Dituntut Jaksa Hari Ini, Alasannya Begini
-
Sambangi Lampung, Relawan Gibran Rakabuming Raka Usung Maju Cawapres di Pemilu 2024
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!